<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ARGAPRATAMA</title>
	<atom:link href="http://argapratama.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://argapratama.wordpress.com</link>
	<description>Yudha Argapratama&#039;s Personal Blog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jun 2011 09:16:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='argapratama.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6b8f9ffff09b037b437060239f4f2a1a?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>ARGAPRATAMA</title>
		<link>http://argapratama.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://argapratama.wordpress.com/osd.xml" title="ARGAPRATAMA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://argapratama.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sebel nih, Ibu Cerewet ! ( sebandingkah dengan pemberian kita  ? )</title>
		<link>http://argapratama.wordpress.com/2011/06/26/sebel-nih-ibu-cerewet/</link>
		<comments>http://argapratama.wordpress.com/2011/06/26/sebel-nih-ibu-cerewet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 08:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhaarga</dc:creator>
				<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[insight]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kesabaran]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://argapratama.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini saya kutip dari 75 Kisah Getaran Jiwa dari web http://www.rumah-yatim-indonesia.org/. Terima Kasih kepada penulis aslinya atas artikelnya yang bermanfaat. Selepas sholat isya, terlihat Parto bergegas menuju rumah kang Udin. Langkahnya terlihat terburu – buru, raut wajahnya masih sedikit terlihat memerah seakan menahan amarah yang ingin ia tumpahkan. Parto, memang sedang kesal sama ibunya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=98&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini saya kutip dari 75 Kisah Getaran Jiwa dari web <a href="http://www.rumah-yatim-indonesia.org/" title="Rumah Yatim" target="_blank">http://www.rumah-yatim-indonesia.org/</a>. Terima Kasih kepada penulis aslinya atas artikelnya yang bermanfaat.</p>
<p>Selepas sholat isya, terlihat Parto bergegas menuju rumah kang Udin. Langkahnya terlihat terburu – buru, raut wajahnya masih sedikit terlihat memerah seakan menahan amarah yang ingin ia tumpahkan. Parto, memang sedang kesal sama ibunya, namun kekesalannya mampu ia tahan, sehingga amarahnya hanya terpendam. Namun diam – diam ia pergi ke tempat kang Udin untuk sharing tentang kekesalannya kepada ibunya.</p>
<p>Bisnis angkudes (angkutan pedesaan) yang ia jalankan sedang lesu, menyusul begitu mudahnya kredit sepeda motor sekarang ini. Banyaknya sepeda motor membuat bisnis angkudesnya semakin hari semakin sepi penumpang. Kelesuan bisnisnya ditambah ibunya yang sudah tua, terlihat cerewet dan bertindak seperti anak kecil. Seperti perilaku anak kecil, ibunya sering minta yang aneh – aneh minta dibelikan ini dan itu. Ini yang membuat Parto kelihatan cemberut dan bermuram durja.</p>
<p>”Saya pusing kang&#8230;., bisnis angkudes saya semakin hari semakin sepi, karena sepeda motor semakin banyak bertebaran. Belum lagi pusing saya habis, ibu saya cerewet banget dan sering minta yang aneh – aneh minta dibelikan ini itu. Gimana kang ?” tanya Parto kepada kang Udin.</p>
<p>”Anda ini, mencari – cari jalan keluar supaya bisnis Anda lancar&#8230;namun jalan keluar sudah dikasih &#8230; Anda malah ga diambil.” jawaab kang Udin.</p>
<p>”Lo &#8230;. Anda ga nyambung kang, gini nih&#8230; bisnis saya sedang lesu&#8230;.ibu saya cerewet dan minta ini itu&#8230;gitu lo&#8230;.kan baiknya gini to, ibu saya ini ya&#8230;minimal ngedoakan saya&#8230;supaya bisa keluar dari masalah ini.” balas Parto.</p>
<p>Setelah terdiam agak lama, kang Udin mulai berkata :<br />
”Logika Anda coba dibalik, penuhi dulu permintaan ibu Anda&#8230;terima semua ”kecerewetannya” yang sebenarnya wujud ”kasih sayang” sama Anda. Sampai disini dulu&#8230; buang jauh – jauh dulu pikiran bisnis Anda yang lagi seret itu. Tentang sebaiknya ibu Anda berdo’a demi kelancaran bisnis Anda, ga usah diminta, saya yakin ibu Anda sudah mendo’akan ga ngomong aja”</p>
<p>”Anda mungkin lupa ya&#8230;.waktu kita bareng – bareng ngaji ke kyai Ilyas, apa cerita beliau waktu membahas tentang berbakti sama orang tua ?, kalau Anda lupa &#8230; sekarang saya ikut mengingatkan, ”Seseorang bertanya, “Ya Rosul, saat ini ibuku meninggal di tempatku, aku mendulangnya dan mewudlukannya serta kugendong diatas bahuku, hal ini apakah termasuk aku membalas jasa kepadanya ? Beliau menjawab : “Belum satu persenpun dari jasa (kebaikan)nya, tetapi engkau sudah termasuk berbakti, dan Allah akan membalasmu dengan pahala yang sangat besar, sekalipun amalmu tidak seberapa kepadanya.”</p>
<p>”Jadi, kalau Anda mau nyerahkan seluruh uang hasil bisnis Anda ke ibu, apa sudah bisa membalas jasa kebaikan seorang ibu ? sama sekali tidak, apalagi kalau ibu hanya ”cerewet” dalam bahasa Anda.”</p>
<p>”Nah, kalau Anda sudah bisa dengan sungguh – sungguh memahami, menghayati dan dengan ketulusan hati melakukan itu, mudah-mudahan petunjuk Allah akan segera turun tentang penyelesaian bisnis Anda, karena sesungguhnya Anda bisa mengatasi ruwetnya bisnis bukan karena kelihaian, keterampilan, yang Anda miliki, namun semata – mata karena kehendak gusti Allah.”</p>
<p>Mendengar penuturan kang Udin, perlahan Parto mulai tertunduk dari matanya tak terasa mengalir tetesan air mata. Sejenak ia tidak terfikirkan sama sekali tentang bisnis angkudesnya yang sedang lesu, namun terbayang-bayang dalam relung fikirannya bagaimana ia belum pernah menyenangkan hati seseorang yang dengan susah payah melahirkan dirinya ke dunia ini.</p>
<p>Sahabatku……Sudahkah kita berbuat sesuatu yang menyenangkan hati seorang ibu, ibu yang berada dekat dengan kita, ibu yang jauh dari kita atau ibu yang telah meninggalkan kita ? mari kita jadikan sedekah kita sebagai wasilah ( sarana ) membuka Pintu ‘Arsy untuk mengemis kasih kepada Yang Maha Pengasih agar ibu kita dikasihi, diselamatkan dan dibahagiakan sebagaimana kasih saying dan pemeliharaan ibu ketika kita masih balita. </p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/argapratama.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/argapratama.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/argapratama.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/argapratama.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/argapratama.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/argapratama.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/argapratama.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/argapratama.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/argapratama.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/argapratama.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/argapratama.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/argapratama.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/argapratama.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/argapratama.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=98&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://argapratama.wordpress.com/2011/06/26/sebel-nih-ibu-cerewet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4fa5f76f9f488be1a35eb5ad653f992?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudhaarga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CINTAI SAYA APA ADANYA</title>
		<link>http://argapratama.wordpress.com/2011/06/21/cintai-saya-apa-adanya/</link>
		<comments>http://argapratama.wordpress.com/2011/06/21/cintai-saya-apa-adanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 22:48:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhaarga</dc:creator>
				<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[insight]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[relationship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://argapratama.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini saya kutip dari 75 Kisah Getaran Jiwa dari web http://www.rumah-yatim-indonesia.org/. Terima Kasih kepada penulis aslinya atas artikelnya yang bermanfaat. &#160; Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus akui, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=96&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini saya kutip dari 75 Kisah Getaran Jiwa dari web <a href="http://www.rumah-yatim-indonesia.org/" title="Rumah Yatim Indonesia" target="_blank">http://www.rumah-yatim-indonesia.org/</a>. Terima Kasih kepada penulis aslinya atas artikelnya yang bermanfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.<br />
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. &#8220;Mengapa?&#8221;, dia bertanya dengan terkejut. &#8220;Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan&#8221;. Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.<br />
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, &#8220;Apa yang dapat saya lsayakan untuk merubah pikiranmu?&#8221;.<br />
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, &#8220;Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?&#8221; Dia termenung dan akhirnya berkata, &#8220;Saya akan memberikan jawabannya besok.&#8221;. Hati saya langsung gundah mendengar responnya.<br />
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan &#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.&#8221; Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.<br />
&#8221; Sayang ketika kamu mengetik di komputer lalu program-program di PC-nya kacau dan akhirnya kau menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya dan kamu bisa menyelesaikan pekerjaanmu. Sayang, kamu juga selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.</p>
<p>Sayang, kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk menunjukkan jalan kepadamu.</p>
<p>Sayang, kamu selalu sakit dan pegal-pegal pada waktu &#8220;teman baikmu&#8221; datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cinta, ketika kamu sedang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi &#8220;aneh&#8221;. Maka saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami.</p>
<p>Cinta, kamu terlalu sering menatap layar kaca TV dan Komputermu serta membaca buku sambil tiduran dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, maka saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.</p>
<p>&#8220;Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mata saya, tidak cukup bagimu. Saya tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.&#8221;<br />
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.<br />
&#8220;Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barangku, dan saya tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagia saya bila kau bahagia.&#8221;<br />
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku. Aku peluk dia penuh kebahagiaan, oh, kini aku tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai aku lebih dari dia mencintaiku.<br />
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.<br />
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, padahal tanpa kita sadari Cinta itu telah terwujud dalam bentuk yang lain walau tidak sesuai dengan wujud yang kita harapkan  Seringkali kali kita menuntut Cinta kepada pasangan kita, namun jarang terfikir oleh kita sejauh mana Cinta yang telah kita berikan padanya. Berikan Cinta Kasih yang tulus kepadanya, kalaupun dia belum membalasnya yakinlah Tuhan pasti akan membalas dan membisikkan CintaNYA kepadanya untuk diberikan kepada kita.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/argapratama.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/argapratama.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/argapratama.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/argapratama.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/argapratama.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/argapratama.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/argapratama.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/argapratama.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/argapratama.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/argapratama.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/argapratama.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/argapratama.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/argapratama.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/argapratama.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=96&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://argapratama.wordpress.com/2011/06/21/cintai-saya-apa-adanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4fa5f76f9f488be1a35eb5ad653f992?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudhaarga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Mendisiplinkan Anak</title>
		<link>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/26/tips-mendisiplinkan-anak/</link>
		<comments>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/26/tips-mendisiplinkan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 21:17:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhaarga</dc:creator>
				<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[child]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://argapratama.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Memiliki anak-anak yang punya kedisiplinan tinggi, memang cita-cita semua orangtua. Namun, adakalanya orangtua kesulitan &#8220;menjinakkan&#8221; anak-anak mereka. Agar jagoan cilik Anda mau mematuhi segala aturan yang ada di rumah, ikuti Tips &#8211; tips berikut ini. Sering kali, orangtua terus berkutat dengan masalah kedisiplinan yang idealnya selalu dipatuhi anak-anak. Orangtua terkadang harus memaksa anak-anaknya untuk disiplin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=88&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memiliki anak-anak yang punya kedisiplinan tinggi, memang cita-cita semua orangtua. Namun, adakalanya orangtua kesulitan &#8220;menjinakkan&#8221; anak-anak mereka. Agar jagoan cilik Anda mau mematuhi segala aturan yang ada di rumah, ikuti Tips &#8211; tips berikut ini.</p>
<p>Sering kali, orangtua terus berkutat dengan masalah kedisiplinan yang idealnya selalu dipatuhi anak-anak. Orangtua terkadang harus memaksa anak-anaknya untuk disiplin di rumah, menghormati orangtua, bicara dengan nada yang santun, rajin belajar, tidur siang tepat waktu, yang intinya mengatur semua gerak-gerik Si Kecil.</p>
<p>Namun, harus tetap ingat, kedisiplinan yang Anda maksud tak hanya melakukan koreksi pada tingkah laku anak-anak saja. Tapi juga mengajarkan kepada mereka cara untuk bisa mengontrol dirinya, serta peduli akan lingkungannya, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi orangyang berhasil di kemudian hari.</p>
<p>Untuk itu, ada beberapa pendekatan yang dapat Anda lakukan untukmembantu anak-anak mendisiplinkan dirinya.</p>
<p>1. Tegas</p>
<p> Jika Anda melarang anak-anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan dan bimbingan padanya. Anak jaman sekarang pasti tidak akan mau menerima alasan seperti, &#8220;Jangan duduk di depan pintu, pamali!&#8221; Atau, &#8220;Jangan main terlalu sore, nanti diculik Kalong Wewe!&#8221; Beritahu alasannya, kenapa dia tidak boleh duduk di depan pintu atau bermain sore-sore, menjelang malam.</p>
<p>2. Jangan Plin Plan</p>
<p> Pada dasarnya, Si Kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitu pun jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Misalnya, Anda tak setuju dia melompat-lompat di tempat tidur, sementara pasangan Anda membiarkannya. Hal ini hanya akan membuat dia bingung, akibatnya dia jadi mengabaikan etidaksetujuan Anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah</p>
<p> dalam bersikap.</p>
<p>3. Kompromi</p>
<p> Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka. Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya, jika dia lalai menengok ke kiri-kanan saat akan menyeberang jalan, lain kali dia tak akan begitu lagi. Jika Anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas. Misalnya, &#8220;Berhentilah melempar-lempar mainanmu, Nak!&#8221; Tapi, jangan katakan, &#8220;Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!&#8221;</p>
<p>4. Beri Bimbingan</p>
<p> Jika anak Anda mengobrak-abrik buku dari lemari yang ada di ruang keluarga, katakan saja, &#8220;Maukah kamu berhenti &#8216;bermain&#8217; buku? Baca saja, ya di kamarmu?&#8221; Jika dia tak memedulikan perkataan Anda, dengan cara yang lembut namun tegas, Anda bisa membimbingnya ke kamar dan katakana padanya, dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata Anda.</p>
<p>5. Beri Peringatan</p>
<p> Jika anak tahu aturan yang telah Anda buat, pada usia tertentu, Anda hanya perlu bertanya padanya, ketika melakukan pelanggaran. Dia akan langsung merasa segan pada Anda, karena ada konsekuensi atau sanki yang harus diterimanya segera, setelah pelanggaran dibuat. Jika Anda terbiasa membuat batasan peringatan sampai hitungan 5, kali ini kurangi sampai hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk segera mengubah sikap setelah diberi peringatan.</p>
<p>6. Beri Alasan</p>
<p> Jika anak bermain-main dengan benda tajam, Anda tentu harus lebih berhati-hati memperingatinya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan Anda lakukan dan sebutkan alasannya. Misalnya, &#8220;Mama simpan pisaunya ya, Sayang, nanti bisa melukai tanganmu!&#8221; Atau, &#8220;Mama minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bias bikin kamu terjatuh.&#8221;</p>
<p>7. Jangan Tunda Hukuman</p>
<p> Jika Anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah Anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai Anda menunda member hukuman padanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak main play station atau barbie, atau membersihkan kamar mandi.</p>
<p>8. Tetap Tenang</p>
<p> Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri pada anak Anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa pede di hadapan orangtuanya.</p>
<p>9. Bertekuk Lutut</p>
<p> Menunduklah saat berbicara pada Si Kecil, terutama saat memberi kritikan padanya. Tekuklah lutut Anda atau ambil posisi duduk di hadapnnya, agar pandangan mata Anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, Anda tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai orangtua.</p>
<p>10. Jangan Ceramah</p>
<p> Ajaklah Si Kecil ngobrol dan berdiskusi, dari pada diceramahi panjang lebar. Meskipun tampaknya pernyataan ini tidak bernada keras, seperti, &#8220;Sudah berkali-kali Mama bilang &#8230;&#8221; Atau, &#8220;Setiap saat kamu kok &#8230;&#8221;, tetap memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu mengecewakan Anda, apapun yang dia perbuat.</p>
<p>Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, &#8220;Merokok, kan, enggak baik untuk anak-anak, ya?&#8221; Atau, &#8220;Apakah kamu suka jika temanmu mengganggu terus di sekolah, Nak?&#8221; Kritiklah sikapnya, jangan salahkan dirinya.</p>
<p>11. Tunjukkan Sikap Positif</p>
<p> Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk Si Kecil. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, &#8220;Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula.&#8221;</p>
<p>12. Bermain Bersama</p>
<p> Jika sempat, tak ada salahnya Anda meluangkan waktu sebentar dan ikut bermain-main denganyya. Buatlah permainan bernuansa perlombaan semacam &#8220;siapa cepat dia dapat.&#8221; Permainan ini akan melatih anak Anda bertindak cepat setelah ada aba-aba dari Anda, atau yang dia ucapkan sendiri.</p>
<p>13. Hindari Rasa Jengkel</p>
<p> Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.</p>
<p>14. Jangan Menampar!</p>
<p> Tamparan keras yang Anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak, juga Anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita, dari pada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun. Tindakan ini pun sekaligus bisa mengajarkan, secara tidak langung pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.</p>
<p>15. Jangan Menyuap</p>
<p> Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah kepada anak saat Anda memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Kebiasaan seperti ini bisa membuat anak jadi tidak mau mengerjakan atau menghindari sesuatu, jika belum diberi uang atau hadiah.</p>
<p>16. Bersikap Dewasa</p>
<p> Bersenda gurau dengan cara melucu berlebihan, dengan menggigiti atau menarik-narik rambut anak Anda, untuk menunjukkan rasa sayang, merupakan tindakan yang salah. Bersikaplah sewajarnya, sebagai orang dewasa seperti menggenggam tangannya, memeluknya, atau memberi ciuman di kedua pipi atau kepalanya.</p>
<p>17. Hadapi Rengekan</p>
<p> Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula, Anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali, jika dia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.</p>
<p>18. Contoh Baik</p>
<p> Jika suatu kali anak Anda pernah memerogoki Anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu. Tapi, jika Anda dan pasangan bertengkar dengan saling menghina, memukul, atau berteriak, anak Anda akan meniru sikap-sikap buruk itu di kemudian hari.</p>
<p>Dari 18 tips di atas, yang terpenting, Anda harus mengerti terlebih dulu kondisi anak-anak. Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih disiplin, tanpa memahami bagaimana dan apa yang dia lakukan, sama halnya seperti menuangkan sirup ke dalam botol tertutup. Dengan kata lain, percuma saja dan hanya akan memperburuk keadaan di kemudian hari.</p>
<p>Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu dilakukan. Yang bisa Anda lakukan segera untuk mengatasi masalah ini, yaitu Anda hanya perlu bertanya kepada anak, apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia berbuat begitu. Pada beberapa kasus, anak-anak dapat berterus terang tentang masalahnya kepada orangtua. Namun, jika dia tak mau berterus terang, sementara Anda tidak mempunyai cara lain untuk</p>
<p> bertindak, tetaplah berpikir positif.</p>
<p>Sumber : Rudy Stefanus Tobing. Internet</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/argapratama.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/argapratama.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/argapratama.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/argapratama.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/argapratama.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/argapratama.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/argapratama.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/argapratama.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/argapratama.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/argapratama.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/argapratama.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/argapratama.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/argapratama.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/argapratama.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=88&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/26/tips-mendisiplinkan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4fa5f76f9f488be1a35eb5ad653f992?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudhaarga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Senam OTAK untuk Merangsang Kecerdasan Bayi</title>
		<link>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/20/senam-otak-untuk-merangsang-kecerdasan-bayi/</link>
		<comments>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/20/senam-otak-untuk-merangsang-kecerdasan-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 21:04:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhaarga</dc:creator>
				<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[senam otak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://argapratama.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[SELAIN faktor genetik, kecerdasan seorang bayi atau anak juga tergantung pada faktor lingkungan. Di antaranya, nutrisi yang baik, imunisasi, dan stimulasi atau rangsangan. Bayi yang mendapat rangsangan secara tepat dan berkesinambungan tentu akan mempengaruhi perkembangan otaknya. Dengan begitu diharapkan perkembangan fisik, mental, dan intelektualnya akan melampaui kemampuan dasar atau potensi genetiknya. PENELITIAN membuktikan bahwa pengalaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=83&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">SELAIN faktor genetik, kecerdasan seorang bayi atau anak juga tergantung pada faktor lingkungan. Di antaranya, nutrisi yang baik, imunisasi, dan stimulasi atau rangsangan.<br />
Bayi yang mendapat rangsangan secara tepat dan berkesinambungan tentu akan mempengaruhi perkembangan otaknya. Dengan begitu diharapkan perkembangan fisik, mental, dan intelektualnya akan melampaui kemampuan dasar atau potensi genetiknya.<br />
PENELITIAN membuktikan bahwa pengalaman dan rangsangan yang diterima pada tahun pertama kehidupan akan berpengaruh pada perkembangan dan fungsi otaknya di kemudian hari.<br />
Kecerdasan bayi juga bisa dioptimalkan dengan senam otak.</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://argapratama.files.wordpress.com/2011/04/img00091-20110125-0634.jpg"><img class="size-medium wp-image-84 alignnone" title="IMG00091-20110125-0634" src="http://argapratama.files.wordpress.com/2011/04/img00091-20110125-0634.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Senam otak adalah latihan yang terangkai atas gerakan-gerakan tubuh yang dinamis dan menyilang. Senam ini mendorong keseimbangan aktivitas kedua belahan otak secara bersamaan. Diharapkan, potensi kedua belahan otak akan seimbang sehingga kecerdasan anak pun menjadi maksimal.<span id="more-83"></span><br />
Selama ini banyak orang hanya menggunakan otak kirinya saja sehingga potensi otak kanannya tidak dimanfaatkan secara maksimal.Stimulasi pada bayi bisa dilakukan sejak bayi dalam kandungan, yaitu sejak usia kehamilan tiga bulan. Stimulasi bisa berupa suara dan taktil (rabaan). Dari beberapa penelitian menunjukkan, bayi yang mendapat stimulasi ketika dalam kandungan memiliki tingkat inteligensia lebih tinggi 14 poin daripada yang tidak mendapatkan stimulasi,<br />
Stimulasi harus dilakukan tiap hari pada setiap kesempatan berinteraksi dengan bayi, misalnya ketika  memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, bahkan menjelang tidur. Stimulasi harus dilakukan dalam suasana aman, nyaman, menyenangkan, penuh kasih sayang, dan gembira.<br />
Pada prinsipnya, semua ucapan, sikap, dan perbuatan ibu atau pengasuh yang berulang-ulang akan terekam dalam otak bayi sehingga akan berisiko ditiru oleh bayi. Apa yang bayi lihat, dengar, atau rasakan akan menjadi pengalaman baru bagi bayi sehingga dia akan mencoba melakukannya sendiri.<br />
SEJAK tahun 2001 sudah ditemukan senam otak yang bisa mengoptimalkan perkembangan dan potensi otak. Otak terbagi menjadi dua, otak belahan kanan dan otak belahan kiri. Otak kanan berfungsi untuk intuitif, merasakan, bermusik, menari, kreatif, melihat keseluruhan, dan ekspresi badan. Sedangkan otak belahan kiri bertugas untuk berpikir logis dan rasional, menganalisa, bicara, berorientasi pada waktu, dan hal-hal rinci.<br />
Senam otak dengan metode latihan Edu-K atau pelatihan dan kinesis (gerakan) akan menggunakan seluruh otak melalui pembaruan pola gerakan tertentu untuk membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat.<br />
Senam otak ini bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk bayi. Senam otak pada bayi sebenarnya sangat sederhana. Contohnya, menggerakkan anggota badan secara menyilang dengan perantara mainan. Bisa berbentuk robot, boneka, bola, balon, atau apa saja yang sesuai dengan usia anak. Hal yang penting, gerakan yang dilakukan anak melewati garis tengah antara tubuh bagian kanan dan tubuh bagian kiri.<br />
Kemampuan belajar paling tinggi tercapai jika dua belah otak, dua mata, dan dua telinga aktif serta bisa bekerja sama dengan baik. Selain itu, gerak badan juga terkoordinasi dan seimbang. Pertemuan gerakan yang menyilang ini merupakan pusat dari senam otak.<br />
Senam otak dilakukan melalui tiga dimensi, yakni lateralitas komunikasi, pemfokusan pemahaman, dan pemusatan pengaturan. Lateralitas komunikasi (dimensi kiri-kanan) bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan belajar. Gerakannya menyangkut mendengar, melihat, menulis, bergerak, dan sikap positif.<br />
Gerakan-gerakan itu menyerap kemampuan komunikasi yang lebih cepat. Misalnya, bola digerakkan ke kiri ke kanan di depan bayi, atau bayi memegang mainan lalu digerakkan ke kiri ke kanan. Bisa juga mainan yang berbunyi digerakkan ke kiri ke kanan secara menyilang. Bertepuk-tepuk tangan juga melatih pendengaran bayi. Bayi memegang jari kita lalu digerakkan ke kiri ke kanan, atau membentuk angka delapan tidur. Apa pun gerakannya asal berdimensi ke kiri ke kanan.<br />
Pemfokusan pemahaman (dimensi muka-belakang) bermanfaat membantu kesiapan dan konsentrasi untuk menerima hal-hal baru dan mengekspresikan apa yang sudah diketahui. Gerakan berupa latihan meregangkan otot menyangkut konsentrasi, pengertian, dan pemahaman. Misalnya dengan melipat lutut dan sikut bayi berulang kali atau mengangkat tangan ke atas lalu digerakkan ke muka ke belakang.<br />
Pemusatan pengaturan (dimensi atas-bawah) membantu meningkatkan energi yang menyangkut berjalan, mengorganisasi, tes atau ujian. Hal ini bermanfaat untuk membantu seluruh potensi dan keterampilan yang  dimiliki serta mengontrol emosi, seperti menggerakkan kepala ke atas ke bawah, mengangkat beban ringan atau benda lainnya, kemudian digerakkan ke atas ke bawah.</p>
<p>Sumber : Kompas.com. 13 oktober 2007</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/argapratama.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/argapratama.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/argapratama.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/argapratama.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/argapratama.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/argapratama.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/argapratama.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/argapratama.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/argapratama.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/argapratama.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/argapratama.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/argapratama.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/argapratama.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/argapratama.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=83&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/20/senam-otak-untuk-merangsang-kecerdasan-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4fa5f76f9f488be1a35eb5ad653f992?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudhaarga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://argapratama.files.wordpress.com/2011/04/img00091-20110125-0634.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00091-20110125-0634</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Motivasi : Bocah Pembeli Es Krin</title>
		<link>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/10/kisah-motivasi-bocah-pembeli-es-krin/</link>
		<comments>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/10/kisah-motivasi-bocah-pembeli-es-krin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 23:10:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhaarga</dc:creator>
				<category><![CDATA[insight]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://argapratama.wordpress.com/2011/04/10/kisah-motivasi-bocah-pembeli-es-krin/</guid>
		<description><![CDATA[Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan indah. &#8220;Mbak sundae cream harganya berapa?&#8221; si bocah bertanya. &#8220;Lima ribu rupiah,&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=81&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan indah.</p>
<p>&#8220;Mbak sundae cream harganya berapa?&#8221; si bocah bertanya.</p>
<p>&#8220;Lima ribu rupiah,&#8221; yang ditanya menjawab.</p>
<p>Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantongnya. Ia menghitung recehan di tangannya dengan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih &#8220;berduit&#8221; ngantre di belakang pembeli ingusan itu.</p>
<p>&#8220;Kalau plain cream berapa?&#8221;</p>
<p>Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, &#8220;Tiga ribu lima ratus&#8221;.</p>
<p>Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya, &#8221; Kalau begitu saya mau sepiring plain cream saja, Mbak,&#8221; kata si bocah sambil memberikan uang sejumlah harga es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan sepiring plain cream.</p>
<p>Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring kotor yang sudah ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping uang logam limaratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun rapi.<br />
Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Sang pramusaji tersadar, sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.</p>
<p><b>Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi: setiap manusia di dunia ini adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan sopan, bermartabat, dan dengan penuh hormat.<em></p>
<p>Sumber : Kumpulan Cerita Motivasi.www.4shared.com. 2011
<p><a href="http://argapratama.files.wordpress.com/2011/04/img01035-20110411-0608.jpg"><img class="alignnone size-full" src="http://argapratama.files.wordpress.com/2011/04/img01035-20110411-0608.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ef4/2010135/files/2011/04/img01035-20110411-0608.jpg" width="200" height="150" /></a></p>
<p>Posted with WordPress for BlackBerry.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/argapratama.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/argapratama.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/argapratama.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/argapratama.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/argapratama.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/argapratama.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/argapratama.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/argapratama.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/argapratama.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/argapratama.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/argapratama.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/argapratama.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/argapratama.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/argapratama.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=81&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/10/kisah-motivasi-bocah-pembeli-es-krin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4fa5f76f9f488be1a35eb5ad653f992?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudhaarga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://argapratama.files.wordpress.com/2011/04/img01035-20110411-0608.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ef4/2010135/files/2011/04/img01035-20110411-0608.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Motivasi : Dua serigala</title>
		<link>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/07/kisah-motivasi-dua-serigala/</link>
		<comments>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/07/kisah-motivasi-dua-serigala/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 00:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhaarga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Career Development]]></category>
		<category><![CDATA[insight]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://argapratama.wordpress.com/2011/04/07/kisah-motivasi-dua-serigala/</guid>
		<description><![CDATA[Ada 2 ekor serigala di hutan Rica-rica, serigala B menantang serigala A untuk menangkap seekor kelinci yang sedang makan wortel, tidak jauh dari tempat mereka berdiri, &#8220;Ayo Serigala A, kamu bisa ngga tangkap kelinci itu?&#8221; tanya serigala B, &#8220;Ah, itu gampang, lihat saja nih!&#8221; Jawab serigala A, dan dengan sigap serigala A itupun melompat ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=78&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada 2 ekor serigala di hutan Rica-rica, serigala B menantang serigala A untuk menangkap seekor kelinci yang sedang makan wortel, tidak jauh dari tempat mereka berdiri,</p>
<p>&#8220;Ayo Serigala A, kamu bisa ngga tangkap kelinci itu?&#8221; tanya serigala B,</p>
<p>&#8220;Ah, itu gampang, lihat saja nih!&#8221; Jawab serigala A, dan dengan sigap serigala A itupun melompat ke arah kelinci tersebut, dan berlari mengejarnya.</p>
<p>Sedangkan kelinci yang melihat serigala itu, langsung lari terbirit-birit ketakutan, tanpa pikir panjang wortel yang masih dikunyahnya di lemparkan ke arah serigala tersebut,</p>
<p>&#8220;DUAAAKK!!&#8221; begitu suaranya..</p>
<p>Karena serigala adalah binatang yang kuat, maka wortel kecil yang mengenai kepalanya tidak terasa sama sekali, serigala tersebut tetap mengejar kelinci itu, 1 menit.. 2 menit.. 3 menit&#8230; sampai 5 menit..<span id="more-78"></span></p>
<p>Serigala itu belum dapat menangkap kelinci itu, karena kelinci itu larinya lebih kencang. serigala itupun kelelahan, dan menghentikan pengejarannya.</p>
<p>Dengan perasaan yang sangat malu, dia menunduk berjalan dan kembali ke temannya serigala B.</p>
<p>Setelah sampai di tempat serigala B, maka serigala B itupun bertanya, &#8220;Bagaimana? Apakah kamu bisa menangkapnya ?&#8221; tanya serigala B, lalu serigala A hanya menggeleng-gelengkan kepalanya yang masih tertunduk.</p>
<p>Serigala B lalu melanjutkan perkataanya : &#8220;Kamu tahu, kenapa kamu tidak bisa menangkap kelinci itu? Kamu kalah, karena kamu tidak serius. Kamu berlari mengejar kelinci hanya untuk pamer saja, sedangkan kelinci itu berlari untuk nyawanya.&#8221;</p>
<p>Mungkin kita tertawa mendengar cerita ini, betapa bodohnya seekor serigala yang seharusnya dapat berlari sangat kencang, tetapi tidak dapat menangkap seekor kelinci.</p>
<p>Tapi, kita dapat mengambil pelajaran dari serigala tersebut, untuk orang yang sudah bekerja, mungkin Anda merasa, Anda sangat lelah, Anda capai dengan pekerjaan Anda, Anda merasa bosan, Anda merasa tidak ada kemajuan sama sekali dalam pekerjaan Anda, Itu dikarenakan karena Anda tidak serius dengan pekerjaan Anda. Cobalah pikirkan kembali, apakah tujuan sebenarnya Anda bekerja? Apakah pekerjaan Anda yang sekarang sudah cocok dengan bidang Anda? Terkadang ada orang yang bekerja, karena tuntutan orang tua agar mencari uang sendiri, atau kadang juga ada orang yang bekerja, karena mereka merasa &#8216;harus&#8217; bekerja untuk membantu orang tua mereka menghidupi keluarganya, atau ada juga orang yang bekerja karena untuk dapat pamer pada teman-temannya, pada sanak saudara, bahwa dia sudah bekerja.</p>
<p>Memang bekerja tidaklah salah, tapi jika pekerjaan itu dilakukan dengan tidak serius atau &#8216;separuh hati&#8217; maka Anda akan merasa bosan, merasa malas untuk bekerja, tidak ada gairah. Lain halnya jika Anda bekerja, karena Anda benar-benar menyukai pekerjaan tersebut dan sesuai dengan bidang Anda, Anda akan enggan berhenti bekerja untuk beristirahat, setiap pagi Anda akan selalu terbangun dengan wajah yang berseri-seri.</p>
<p><b>Jadi, apakah tujuan Anda bekerja ? Jawaban ada di tangan Anda</b></p>
<p>Sumber : Kumpulan Cerita-cerita motivasi. <a href="http://www.4shared.com" rel="nofollow">http://www.4shared.com</a>. 2011</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/argapratama.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/argapratama.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/argapratama.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/argapratama.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/argapratama.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/argapratama.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/argapratama.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/argapratama.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/argapratama.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/argapratama.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/argapratama.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/argapratama.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/argapratama.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/argapratama.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=78&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/07/kisah-motivasi-dua-serigala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4fa5f76f9f488be1a35eb5ad653f992?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudhaarga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melatih kesabaran n teori ekonomi</title>
		<link>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/03/melatih-kesabaran-n-teori-ekonomi/</link>
		<comments>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/03/melatih-kesabaran-n-teori-ekonomi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 08:33:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhaarga</dc:creator>
				<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>
		<category><![CDATA[Kesabaran]]></category>
		<category><![CDATA[ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://argapratama.wordpress.com/2011/04/03/melatih-kesabaran-n-teori-ekonomi/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, sy belajar lg tentang kesabaran.Ternyata pola masyarakat perkotaan indonesia banyak berubah.kebiasaan belanja bulanan sudah jadi gaya hidup.Makanya, ditanggal segini (tgl 3), superstore bener-bener antri. Padahal kalau tanggal 15an, ga bakalan sepadat ini. Sebenarnya males sih.Tapi mau gimana lagi, udah jadi kebutuhan.Susah lagi nyari waktunya. Hitung-hitung melatih kesabaran.Thx for my BB.Jadi bisa posting Blog [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=76&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://argapratama.files.wordpress.com/2011/04/img00968-20110403-1522.jpg"><img class="alignnone size-full" src="http://argapratama.files.wordpress.com/2011/04/img00968-20110403-1522.jpg?w=120&#038;h=90" alt="" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ef4/2010135/files/2011/04/img00968-20110403-1522.jpg" width="120" height="90" /></a></p>
<p>Hari ini, sy belajar lg tentang kesabaran.Ternyata pola masyarakat perkotaan indonesia banyak berubah.kebiasaan belanja bulanan sudah jadi gaya hidup.Makanya, ditanggal segini (tgl 3), superstore bener-bener antri.<br />
Padahal kalau tanggal 15an, ga bakalan sepadat ini. Sebenarnya males sih.Tapi mau gimana lagi, udah jadi kebutuhan.Susah lagi nyari waktunya.<br />
Hitung-hitung melatih kesabaran.Thx for my BB.Jadi bisa posting Blog sambil antri.Sambil mengamati perilaku belanja warga depok.Siapa tau bermanfaat.<br />
</em>&#8221; Banyak orang yang berharap hidupnya berubah, tapi masih melakukan hal yang sama setiap hari&#8221;<em>
<p>Posted with WordPress for BlackBerry.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/argapratama.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/argapratama.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/argapratama.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/argapratama.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/argapratama.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/argapratama.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/argapratama.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/argapratama.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/argapratama.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/argapratama.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/argapratama.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/argapratama.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/argapratama.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/argapratama.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=76&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/03/melatih-kesabaran-n-teori-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4fa5f76f9f488be1a35eb5ad653f992?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudhaarga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://argapratama.files.wordpress.com/2011/04/img00968-20110403-1522.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/ef4/2010135/files/2011/04/img00968-20110403-1522.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngeblog with BB</title>
		<link>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/01/ngeblog-with-bb/</link>
		<comments>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/01/ngeblog-with-bb/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 09:11:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhaarga</dc:creator>
				<category><![CDATA[hobby]]></category>
		<category><![CDATA[insight]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://argapratama.wordpress.com/2011/04/01/ngeblog-with-bb/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Akhirnya bisa ngeblog pake BB.ga ada alasan buat ga sempat nih<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=71&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p>Akhirnya bisa ngeblog pake BB.ga ada alasan buat ga sempat nih</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/argapratama.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/argapratama.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/argapratama.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/argapratama.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/argapratama.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/argapratama.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/argapratama.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/argapratama.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/argapratama.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/argapratama.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/argapratama.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/argapratama.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/argapratama.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/argapratama.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=71&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://argapratama.wordpress.com/2011/04/01/ngeblog-with-bb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4fa5f76f9f488be1a35eb5ad653f992?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudhaarga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Baru aja Ganti Themes. Mudah2an makin se&#8230;</title>
		<link>http://argapratama.wordpress.com/2010/11/04/baru-aja-ganti-themes-mudah2an-makin-se/</link>
		<comments>http://argapratama.wordpress.com/2010/11/04/baru-aja-ganti-themes-mudah2an-makin-se/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 05:10:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhaarga</dc:creator>
				<category><![CDATA[status]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://argapratama.wordpress.com/2010/11/04/baru-aja-ganti-themes-mudah2an-makin-se/</guid>
		<description><![CDATA[Baru aja Ganti Themes. Mudah2an makin semangat ngeblog. Mohon dukungannya ya<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=68&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru aja Ganti Themes. Mudah2an makin semangat ngeblog. Mohon dukungannya ya</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/argapratama.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/argapratama.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/argapratama.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/argapratama.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/argapratama.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/argapratama.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/argapratama.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/argapratama.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/argapratama.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/argapratama.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/argapratama.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/argapratama.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/argapratama.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/argapratama.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=68&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://argapratama.wordpress.com/2010/11/04/baru-aja-ganti-themes-mudah2an-makin-se/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4fa5f76f9f488be1a35eb5ad653f992?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudhaarga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 18)</title>
		<link>http://argapratama.wordpress.com/2010/02/28/gifted-atau-autisme-bagaimana-membedakannya-part-18/</link>
		<comments>http://argapratama.wordpress.com/2010/02/28/gifted-atau-autisme-bagaimana-membedakannya-part-18/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 09:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudhaarga</dc:creator>
				<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[autis savant]]></category>
		<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<category><![CDATA[gifted]]></category>
		<category><![CDATA[gifted children]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://argapratama.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Semoga bermanfaat. Beberapa perbedaan antara asperger syndrom dan gifted dapat digambarkan sebagai berikut (Burger-Veltmeijer, 2003): Hal-hal yang sama Perbedaan kwalitas Inteligentia tinggi/gifted Syndroma Asperger Kuat dalam verbal Cara berfikir yang logis, penyampaian  pemikiran benar , penggunaan bahasa orijinal, bukan mengkopi Echolalia, melakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=60&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu <a href="http://gifted-disinkroni.blogspot.com/" target="_blank">Julia Van Tiel</a> yang saya kutip dari Blognya. Semoga bermanfaat.</p>
<p><strong>Beberapa perbedaan antara asperger syndrom dan gifted</strong> dapat digambarkan sebagai berikut (Burger-Veltmeijer, 2003):</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="205" valign="top">
<p><strong><em>Hal-hal yang sama </em></strong></td>
<td colspan="2" width="409" valign="top"><strong><em>Perbedaan   kwalitas</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="205" valign="top"><strong><em>Inteligentia tinggi/gifted</em></strong></td>
<td width="205" valign="top"><strong><em>Syndroma Asperger</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="205" valign="top">Kuat   dalam verbal</td>
<td width="205" valign="top">Cara   berfikir yang logis, penyampaian    pemikiran benar , penggunaan bahasa orijinal, bukan mengkopi</td>
<td width="205" valign="top">Echolalia,   melakukan kopi dari bahasa buku,  cara   berfikir seolah logis namun hasil akhir penyampaian pemikiran tidak benar</td>
</tr>
<tr>
<td width="205" valign="top">Penggunaan bahasa yang sangat cepat</td>
<td width="205" valign="top">Perkembangan bahasa dan bicara yang cepat, maju lebih   cepat daripada teman sebaya, karenanya nampak ia berbahasa macam orang tua</td>
<td width="205" valign="top">Berbahasa kanak-kanak dan  cara penggunaan bahasa yang selalu  sama berulang ulang , kadang monoton,  seperti orang membaca, into</p>
<p>nasi aneh</td>
</tr>
<tr>
<td width="205" valign="top">Kemampuan pemaknaan bahasa yang tinggi</td>
<td width="205" valign="top">Penggunaan bahasa baik secara harafiah maupun kiasan   mempunyai rasa berbahasa yang baik</td>
<td width="205" valign="top">Penggunaan bahasa sangat harafiah, kesulitan dengan   penggunaan bahasa kiasan, tidak mampu merasakan penggunaan bahasa sinis dan   dan simbolik</td>
</tr>
<tr>
<td width="205" valign="top">Pengetahuan luas, banyak mengerti berbagai hal, ingatan   tajam</td>
<td width="205" valign="top">Baik   detil maupun global sangat baik,  mampu   memegang benang merah dengan baik, mampu melihat permasalahan inti maupun   umum</td>
<td width="205" valign="top">Hanya   menjurus pada hal-hal detil, selalu bicara panjang lebar tentang hal-hal yang   tak penting, sangat minim dalam kemampuan global, berfikir secara fragmentasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="205" valign="top">Berkemampuan baik dengan persoalan tertentu</td>
<td width="205" valign="top">Mempunyai bidang minatan yang luas, luas dan dalam,   pengetahuan luas dalam bidang yang diminatinya, merasa terdorong untuk   mendalaminya</td>
<td width="205" valign="top">Minatan terbatas, hanya tertarik pada bidang minatannya   misalnya tentang reptilia, catur, atau tatasurya</td>
</tr>
<tr>
<td width="205" valign="top">Berfikir   egosentris</td>
<td width="205" valign="top">Berkemampuan   melihat permasalahan yang baik menyebabkan ia mempunyai pengetahuan luas   tetapi seringkali lupa bahwa ia bisa juga salah</td>
<td width="205" valign="top">Kesulitan meletakkan diri  terhadap    perasaan dan fikiran  orang lain</td>
</tr>
<tr>
<td width="205" valign="top">Merasa   kesepian dan kesendirian</td>
<td width="205" valign="top">Perkembangannya tidak selaras dengan teman sebaya,   tidak bisa dimengerti</td>
<td width="205" valign="top">Tidak bisa meletakkan dasar-dasar  kontak    sosial, tidak ada relasi sosial</td>
</tr>
<tr>
<td width="205" valign="top">Gangguan   motorik</td>
<td width="205" valign="top">Gangguan   motorik lebih disebabkan karena cara berfikirnya (tidak selalu),faalangst</td>
<td width="205" valign="top">Gerakan stereotip, sikap tubuh yang aneh</td>
</tr>
<tr>
<td width="205" valign="top">Komunikasi   lemah</td>
<td width="205" valign="top">Selalu berfikir, tak terorganisir, pelupa</td>
<td width="205" valign="top">Kekurangan komunikasi non-verbal  (simbolik), kesulitan membaca bahasa mimik   dan bahasa tubuh, mampu berbicara tapi tidak komunikatif</td>
</tr>
<tr>
<td width="205" valign="top">Perkembangan rasa takut dan depresi</td>
<td width="205" valign="top">Perasaan takut gagal,    berfikir terlalu ke arah negatif dan berlebihan.</td>
<td width="205" valign="top">Rasa takut terhadap hal-hal yang tidak bisa diramalkan   dan tak dikenalnya, atau karena fantasi yang terlalu berlebihan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumber: Talent, Maart 2003</p>
<p>Continue&#8230;.</p><br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/argapratama.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/argapratama.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/argapratama.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/argapratama.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/argapratama.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/argapratama.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/argapratama.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/argapratama.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/argapratama.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/argapratama.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/argapratama.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/argapratama.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/argapratama.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/argapratama.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=argapratama.wordpress.com&amp;blog=2010135&amp;post=60&amp;subd=argapratama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://argapratama.wordpress.com/2010/02/28/gifted-atau-autisme-bagaimana-membedakannya-part-18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4fa5f76f9f488be1a35eb5ad653f992?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudhaarga</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
