GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 4)

Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Karena saat ini saya sedang konsern masalah ini. Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Semoga bermanfaat.

Part 4

PENGERTIAN KEBERBAKATAN

Renzulli mengidentifikasikan bahwa seorang anak yang dapat dikatakan sebagai anak berbakat jika ia mempunyai:

1) inteligensia yang tinggi di atas rata-rata ;

2) kreativitas yang tinggi;

3) motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi

Namun Mönks menambahkan potensi itu tidak akan terwujud jika tidak ada dukungan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan. Dari kedua ahli ini maka dilengkapilah pengertian apa yang disebut keberbakatan dengan ringkasan yang disebut Triadik Renzulli-Mönks.

Gambar 1 Triadik Renzulli-Monks

Dalam upaya membicarakan keberbakatan ini, Mönks & Knoers (1999) menjelaskan bahwa:

inteligensia adalah hal yang setidaknya merupakan faktor yang stabil, sedang kreativitas dan motivasi merupakan faktor yang banyak dipengaruhi lingkungan.

Dalam hal ini de Hoop (1999) menjelaskan pengertian-pengertian di atas sebagai berikut:

1)Kapasitas intelektual secara umum

Aspek ini jangan dikacaukan dengan prestasi di sekolah. Mengerjakan sesuatu tanpa salah misalnya soal berhitung bukan berarti bahwa ia mempunyai inteligensia yang tinggi, dan bukan berarti pula anak yang banyak berbuat salah lalu merupakan anak yang berinteligensia tinggi.

Hal ini berkaitan dengan:

  • kecepatan dalam penangkapan pengertian
  • kemampuan dan kecepatan mencari solusi problem meski hanya sedikit petunjuk terhadap inti permasalahan
  • selalu ingin segera dan cepat-cepat menyelesaikan problem (tugas sekolah) dengan caranya sendiri dan tidak mengikuti langkah-langkah aturan yang diberikan guru
  • segera menggunakan informasi terbaru dan segera mengolahnya dengan informasi yang sudah dimilikinya
  • mempunyai kemampuan dengan hukum-hukum (dalil-dalil) yang sudah ada yang membawanya kearah konsekwensi pemikiran yang lebih jauh.

Dalam hubungan ini penting pula artinya dengan kemampuan dan pengalaman berbahasa, yang kemudian akan nampak sekali performa intelektualitasnya. Dan juga nampak aspek intelektual apa yang dimilikinya. Hal ini berkaitan erat dengan dalam kultur apa anak ini dibesarkan.

Bahasa aktif dan pasif yang cukup merupakan hal yang mendukung, seperti misalnya penyebutan kata-kata, serta luwesnya penggunaan bahasa, yang mampu menjelaskan secara sistematis latar belakang apa yang menjadi perhatiannya, yang kesemuanya mampu menunjukkan bahwa ia memiliki intelegensia yang tinggi.

Marland menyebutnya sebagai gelaja “bakat kemampuan ilmiah yang khas”. Kurang lebih digambarkan:

  • rasa ingin tahu yang besar terhadap sesuatu dengan pertanyaan “mengapa” terhadap berbagai fenomena yang dilihatnya
  • selalu ingin cepat-cepat mencari sendiri metoda pemecahan masalah, atau berbagai variasi pemecahan masalah guna reproduksi apa yang sudah dicapainya
  • kesadaran akan pemanfaatan sebuah metoda pemecahan masalah (terutama dalam situasi darurat) yang dipilihnya dengan dasar pandangannya terhadap masalah yang tengah dihadapinya, dengan cara melihat kekurangan dan kelebihannya
  • kemampuan memanfaatkan keberbakatannya dalam hal abstraksi yang sangat tinggi

2)Kreativitas

Pengertian kreatif bukan berarti bahwa anak ini kreatif dengan misalnya “creatieve met kurk” (kiasan untuk mengatakan bahwa kreatif yang sembarangan). Tentu saja ada berbagai bidang dari seni yang dapat diartikan sebagai kreatif, misalnya seni ukir, drama, tari, sastra, musik, dan seni audio-visual. Mampu menberi warna gambar yang rapih, mampu membuat renda dan bisa menyanyi bagus belum tentu secara langsung merupakan sinyal dari kreatif.

Bila kita berbicara soal kreatif adalah dalam konteks kemampuan yang orisinal, interpretasi yang orisinal, atau solusinya yang orisinal guna menciptakan sesuatu yang bernuansa seni, maka kreatifitas dapat dikatakan sebagai berikut:

  • dalam membuat gambar/lukisan di mana anak itu mempunyai cara sendiri dalam menuangkan imajinasinya dalam bentuk yang dapat kita lihat dengan mata misalnya berupa lukisan/gambar
  • dalam mewujudkan imajinasi bentuk tiga dimensi antara bentuk dan maksud dari model, ia tampilkan dengan caranya sendiri
  • dalam menampilkan nuansa musik, ia melakukan interpretasi sendiri yang kemudian lebih disempurnakan dengan musik yang sudah ada
  • dalam menjalankan peran dalam suatu kegiatan teater, ia mampu menjiwai peran itu sehingga mampu menunjukkan apa yang tengah diperankan itu menjadi hal yang seolah benar-benar nyata dan hidup
  • dalam penggunaan alat-alat video-visual ia mempunyai kemampuan yang sangat prima dengan caranya yang unik dalam mewujudkan apa yang dimaksudkan
  • dalam suatu kegiatan seni sastra ia penuh dengan emosi dalam mewujudkan apa yang difikir dan dirasakan itu

Walau begitu, kreativitas berarti tidak hanya berkaitan dengan seni, yang terpenting adalah bagaimana memecahkan suatu problem dengan caranya sendiri serta mencari tahu sendiri problem apa yang tengah terjadi hingga muncullah suatu kreativitas .

Dalam aspek kreatif ini, fleksibilitas memainkan peranan yang sangat penting, berupa hadirnya situasi baru, misalnya adanya kejutan temuan baru, atau kejutan kesalahan, pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada perkayaan pencarian temuan-temuan baru. Hal di atas justru menantang mereka untuk terus secara mandiri dan dengan kekuatannya sendiri, mencari kemungkinan-kemungkinan baru, dan ini semua merupakan tanda-tanda dari suatu kreativitas yang disandang oleh seorang anak berbakat. Namun dalam mewujudkan kreativitas ini, seorang berbakat juga selalu menggunakan intuisinya yang sangat tajam. Dalam kenyataannya bisa saja terjadi sesuatu hal diwujudkannya secara tiba-tiba (dengan suatu kejutan) berdasarkan intuisi yang berkaitan erat dalam proses kemampuan kreativitas yang dimilikinya.

3)Kemampuan yang terus menerus dan motivasi yang tinggi.

Aspek ketiga ini adalah bagian dari segitiga Renzulli-Mönks yang merupakan sangat erat berkaitan dengan tujuan yang harus dicapai. Dengan kata lain bahwa anak itu sendiri yang menetapkan tujuan akhir apa yang akan dicapainya sehingga menanamkan motivasi dan secara emosional berkaitan dengan apa yang tengah dikerjakan, walaupun sifat ini bukan hanya dimiliki oleh anak berbakat saja.

Continue to part 5…