GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 7)

Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Karena saat ini saya sedang konsern masalah ini. Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Semoga bermanfaat.

GEJALA ANAK YANG MENGALAMI LONCATAN PERKEMBANGAN

Karena untuk deteksi balita yang mempunyai potensi gifted belum dapat dilakukan tes IQ, maka Alja de Bruin – de Boer (2003) memberikan beberapa patokan sebagai pegangan untuk melihat gejala-gejala pada balita yang mengalami loncatan perkembangan, bahwa kita bisa melihat dari hal-hal berikut ini :

  • Motoriknya berkembang sangat baik : umumnya pada usia yang masih sangat muda anak-anak ini mempunyai perkembangan motorik yang lebih baik dari anak seusianya. Mereka duduk dan berjalan lebih dahulu dari teman sebayanya, dan masih sangat muda sudah dapat bermain dengan material yang kecil kecil.
  • Penggunaan bahasa yang sangat baik : sebagian anak berbakat mempunyai perkembangan bicara dan bahasa yang sangat cepat, tetapi sebagiannya lagi mengalami keterlambatan bicara namun lambat laun ia akan segera menyusul ketertinggalannya dan segera menggunakan bahasa yang sulit seperti misalnya ‘mesin cuci baju ‘. Mereka memiliki vokabulari yang luas yang hanya sekali saja ditangkapnya dan esoknya sudah bisa menggunakannya dalam konteks yang benar. Penambahan kata-kata kerja juga baginya akan tidak menjadi masalah.
  • Sangat mandiri : para orang tua melaporkan bahwa anak-anak ini sejak masih kecil sekali sudah ingin melakukan segala hal sendiri. Makan sendiri, pakai baju, dan menalikan tali sepatu.
  • Memiliki enerji yang luar biasa dan sangat banyak gerak : anak-anak ini bagai anak yang tak pernah lelah. Sering mereka sangat sedikit membutuhkan waktu atau jam tidur, dan selalu ingin melakukan berbagai hal. Sejak kecil sekali ia sudah membenci pengulangan-pengulangan, karenanya ia seperti tidak mau lagi melihat alat-alat permainannya. Mereka memiliki begitu banyak interes dan selalu bertanya. Bila ia mendapatkan satu jawaban, segera jawaban itu akan berbuntut dengan pertanyaan baru. Sebagian dari anak-anak ini tidak mau segera menerima begitu saja pendapat orang lain, misalnya dia tak ingin mendengarkan jika api itu panas, dan ia ingin mencobanya sendiri benarkah api itu panas. Dia juga ingin sekali tahu bagaimana jika roti diletakkan ke dalam videorecorder sebagi ganti videocasset.
  • Dalam berbicara mempunyai perhatian ke masalah spesifik: cerita-cerita para orang tua tentang anaknya di usia 2 – 2,5 tahun yang sangat sering adalah cerita tentang merek-merek dan tipe mobil. Anak-anak kecil biasanya bertukar bidang perhatiannya dan akan berubah-ubah di beberapa bulan. Jika ia lebih dewasa bidang perhatiannya akan lebih lama bertahan.
  • Sangat cepat akan pemahaman dan logika analisis : anak-anak yang mempunyai loncatan perkembangan pada usia yang sangat dini mempunyai memori yang sangat baik, dan mempunyai kemampuan menghubungkan kejadian satu dengan kejadian lainnya, di mana anak-anak lain masih belum mampu.
  • Mempunyai kreativitas dalam bermain : anak-anak yang mengalami loncatan perkembangan ini, sejak masih kecil sudah bisa melakukan permainan fantasi. Jika dibandingkan dengan teman-teman seusianya, ia akan lebih dulu dapat bermain dalam peran yang tetap dan mampu bermain dalam suatu konflik yang sangat detil. Dia tidak bisa mengerti mengapa teman-teman sebayanya tidak bisa mengambil peranan atau ikut dalam aturan permainan yang harus dipegangnya.
  • Lebih cepat belajar membaca dan berhitung : melalui kemampuan pengenalan, melalui banyak pertanyaan yang diajukannya, serta daya ingat yang sangat baik, anak-anak dengan loncatan perkembangan akan lebih cepat belajar membaca dan berhitung. Dengan begitu ia akan belajar huruf huruf melalui permainan, misalnya huruf M ada di Mc Donald, Mora, atau Coklat Mars

Continue to part 8 ….