Recent Updates Page 2 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • yudhaarga 8:48 am on June 26, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , orang tua,   

    Sebel nih, Ibu Cerewet ! ( sebandingkah dengan pemberian kita ? ) 

    Artikel ini saya kutip dari 75 Kisah Getaran Jiwa dari web http://www.rumah-yatim-indonesia.org/. Terima Kasih kepada penulis aslinya atas artikelnya yang bermanfaat.

    Selepas sholat isya, terlihat Parto bergegas menuju rumah kang Udin. Langkahnya terlihat terburu – buru, raut wajahnya masih sedikit terlihat memerah seakan menahan amarah yang ingin ia tumpahkan. Parto, memang sedang kesal sama ibunya, namun kekesalannya mampu ia tahan, sehingga amarahnya hanya terpendam. Namun diam – diam ia pergi ke tempat kang Udin untuk sharing tentang kekesalannya kepada ibunya.

    Bisnis angkudes (angkutan pedesaan) yang ia jalankan sedang lesu, menyusul begitu mudahnya kredit sepeda motor sekarang ini. Banyaknya sepeda motor membuat bisnis angkudesnya semakin hari semakin sepi penumpang. Kelesuan bisnisnya ditambah ibunya yang sudah tua, terlihat cerewet dan bertindak seperti anak kecil. Seperti perilaku anak kecil, ibunya sering minta yang aneh – aneh minta dibelikan ini dan itu. Ini yang membuat Parto kelihatan cemberut dan bermuram durja.

    ”Saya pusing kang…., bisnis angkudes saya semakin hari semakin sepi, karena sepeda motor semakin banyak bertebaran. Belum lagi pusing saya habis, ibu saya cerewet banget dan sering minta yang aneh – aneh minta dibelikan ini itu. Gimana kang ?” tanya Parto kepada kang Udin.

    ”Anda ini, mencari – cari jalan keluar supaya bisnis Anda lancar…namun jalan keluar sudah dikasih … Anda malah ga diambil.” jawaab kang Udin.

    ”Lo …. Anda ga nyambung kang, gini nih… bisnis saya sedang lesu….ibu saya cerewet dan minta ini itu…gitu lo….kan baiknya gini to, ibu saya ini ya…minimal ngedoakan saya…supaya bisa keluar dari masalah ini.” balas Parto.

    Setelah terdiam agak lama, kang Udin mulai berkata :
    ”Logika Anda coba dibalik, penuhi dulu permintaan ibu Anda…terima semua ”kecerewetannya” yang sebenarnya wujud ”kasih sayang” sama Anda. Sampai disini dulu… buang jauh – jauh dulu pikiran bisnis Anda yang lagi seret itu. Tentang sebaiknya ibu Anda berdo’a demi kelancaran bisnis Anda, ga usah diminta, saya yakin ibu Anda sudah mendo’akan ga ngomong aja”

    ”Anda mungkin lupa ya….waktu kita bareng – bareng ngaji ke kyai Ilyas, apa cerita beliau waktu membahas tentang berbakti sama orang tua ?, kalau Anda lupa … sekarang saya ikut mengingatkan, ”Seseorang bertanya, “Ya Rosul, saat ini ibuku meninggal di tempatku, aku mendulangnya dan mewudlukannya serta kugendong diatas bahuku, hal ini apakah termasuk aku membalas jasa kepadanya ? Beliau menjawab : “Belum satu persenpun dari jasa (kebaikan)nya, tetapi engkau sudah termasuk berbakti, dan Allah akan membalasmu dengan pahala yang sangat besar, sekalipun amalmu tidak seberapa kepadanya.”

    ”Jadi, kalau Anda mau nyerahkan seluruh uang hasil bisnis Anda ke ibu, apa sudah bisa membalas jasa kebaikan seorang ibu ? sama sekali tidak, apalagi kalau ibu hanya ”cerewet” dalam bahasa Anda.”

    ”Nah, kalau Anda sudah bisa dengan sungguh – sungguh memahami, menghayati dan dengan ketulusan hati melakukan itu, mudah-mudahan petunjuk Allah akan segera turun tentang penyelesaian bisnis Anda, karena sesungguhnya Anda bisa mengatasi ruwetnya bisnis bukan karena kelihaian, keterampilan, yang Anda miliki, namun semata – mata karena kehendak gusti Allah.”

    Mendengar penuturan kang Udin, perlahan Parto mulai tertunduk dari matanya tak terasa mengalir tetesan air mata. Sejenak ia tidak terfikirkan sama sekali tentang bisnis angkudesnya yang sedang lesu, namun terbayang-bayang dalam relung fikirannya bagaimana ia belum pernah menyenangkan hati seseorang yang dengan susah payah melahirkan dirinya ke dunia ini.

    Sahabatku……Sudahkah kita berbuat sesuatu yang menyenangkan hati seorang ibu, ibu yang berada dekat dengan kita, ibu yang jauh dari kita atau ibu yang telah meninggalkan kita ? mari kita jadikan sedekah kita sebagai wasilah ( sarana ) membuka Pintu ‘Arsy untuk mengemis kasih kepada Yang Maha Pengasih agar ibu kita dikasihi, diselamatkan dan dibahagiakan sebagaimana kasih saying dan pemeliharaan ibu ketika kita masih balita.

    Advertisements
     
  • yudhaarga 10:48 pm on June 21, 2011 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    CINTAI SAYA APA ADANYA 

    Artikel ini saya kutip dari 75 Kisah Getaran Jiwa dari web http://www.rumah-yatim-indonesia.org/. Terima Kasih kepada penulis aslinya atas artikelnya yang bermanfaat.

     

    Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
    Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. “Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”. Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
    Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lsayakan untuk merubah pikiranmu?”.
    Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?” Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.”. Hati saya langsung gundah mendengar responnya.
    Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan …

     

    “Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.
    ” Sayang ketika kamu mengetik di komputer lalu program-program di PC-nya kacau dan akhirnya kau menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya dan kamu bisa menyelesaikan pekerjaanmu. Sayang, kamu juga selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.

    Sayang, kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk menunjukkan jalan kepadamu.

    Sayang, kamu selalu sakit dan pegal-pegal pada waktu “teman baikmu” datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.

     

    Cinta, ketika kamu sedang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi “aneh”. Maka saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami.

    Cinta, kamu terlalu sering menatap layar kaca TV dan Komputermu serta membaca buku sambil tiduran dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, maka saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.

    “Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mata saya, tidak cukup bagimu. Saya tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”
    Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.
    “Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barangku, dan saya tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagia saya bila kau bahagia.”
    Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku. Aku peluk dia penuh kebahagiaan, oh, kini aku tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai aku lebih dari dia mencintaiku.
    Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
    Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, padahal tanpa kita sadari Cinta itu telah terwujud dalam bentuk yang lain walau tidak sesuai dengan wujud yang kita harapkan  Seringkali kali kita menuntut Cinta kepada pasangan kita, namun jarang terfikir oleh kita sejauh mana Cinta yang telah kita berikan padanya. Berikan Cinta Kasih yang tulus kepadanya, kalaupun dia belum membalasnya yakinlah Tuhan pasti akan membalas dan membisikkan CintaNYA kepadanya untuk diberikan kepada kita.

     
  • yudhaarga 9:17 pm on April 26, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , tips   

    Tips Mendisiplinkan Anak 

    Memiliki anak-anak yang punya kedisiplinan tinggi, memang cita-cita semua orangtua. Namun, adakalanya orangtua kesulitan “menjinakkan” anak-anak mereka. Agar jagoan cilik Anda mau mematuhi segala aturan yang ada di rumah, ikuti Tips – tips berikut ini.

    Sering kali, orangtua terus berkutat dengan masalah kedisiplinan yang idealnya selalu dipatuhi anak-anak. Orangtua terkadang harus memaksa anak-anaknya untuk disiplin di rumah, menghormati orangtua, bicara dengan nada yang santun, rajin belajar, tidur siang tepat waktu, yang intinya mengatur semua gerak-gerik Si Kecil.

    Namun, harus tetap ingat, kedisiplinan yang Anda maksud tak hanya melakukan koreksi pada tingkah laku anak-anak saja. Tapi juga mengajarkan kepada mereka cara untuk bisa mengontrol dirinya, serta peduli akan lingkungannya, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi orangyang berhasil di kemudian hari.

    Untuk itu, ada beberapa pendekatan yang dapat Anda lakukan untukmembantu anak-anak mendisiplinkan dirinya.

    1. Tegas

    Jika Anda melarang anak-anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan dan bimbingan padanya. Anak jaman sekarang pasti tidak akan mau menerima alasan seperti, “Jangan duduk di depan pintu, pamali!” Atau, “Jangan main terlalu sore, nanti diculik Kalong Wewe!” Beritahu alasannya, kenapa dia tidak boleh duduk di depan pintu atau bermain sore-sore, menjelang malam.

    2. Jangan Plin Plan

    Pada dasarnya, Si Kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitu pun jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Misalnya, Anda tak setuju dia melompat-lompat di tempat tidur, sementara pasangan Anda membiarkannya. Hal ini hanya akan membuat dia bingung, akibatnya dia jadi mengabaikan etidaksetujuan Anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah

    dalam bersikap.

    3. Kompromi

    Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka. Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya, jika dia lalai menengok ke kiri-kanan saat akan menyeberang jalan, lain kali dia tak akan begitu lagi. Jika Anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas. Misalnya, “Berhentilah melempar-lempar mainanmu, Nak!” Tapi, jangan katakan, “Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!”

    4. Beri Bimbingan

    Jika anak Anda mengobrak-abrik buku dari lemari yang ada di ruang keluarga, katakan saja, “Maukah kamu berhenti ‘bermain’ buku? Baca saja, ya di kamarmu?” Jika dia tak memedulikan perkataan Anda, dengan cara yang lembut namun tegas, Anda bisa membimbingnya ke kamar dan katakana padanya, dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata Anda.

    5. Beri Peringatan

    Jika anak tahu aturan yang telah Anda buat, pada usia tertentu, Anda hanya perlu bertanya padanya, ketika melakukan pelanggaran. Dia akan langsung merasa segan pada Anda, karena ada konsekuensi atau sanki yang harus diterimanya segera, setelah pelanggaran dibuat. Jika Anda terbiasa membuat batasan peringatan sampai hitungan 5, kali ini kurangi sampai hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk segera mengubah sikap setelah diberi peringatan.

    6. Beri Alasan

    Jika anak bermain-main dengan benda tajam, Anda tentu harus lebih berhati-hati memperingatinya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan Anda lakukan dan sebutkan alasannya. Misalnya, “Mama simpan pisaunya ya, Sayang, nanti bisa melukai tanganmu!” Atau, “Mama minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bias bikin kamu terjatuh.”

    7. Jangan Tunda Hukuman

    Jika Anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah Anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai Anda menunda member hukuman padanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak main play station atau barbie, atau membersihkan kamar mandi.

    8. Tetap Tenang

    Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri pada anak Anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa pede di hadapan orangtuanya.

    9. Bertekuk Lutut

    Menunduklah saat berbicara pada Si Kecil, terutama saat memberi kritikan padanya. Tekuklah lutut Anda atau ambil posisi duduk di hadapnnya, agar pandangan mata Anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, Anda tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai orangtua.

    10. Jangan Ceramah

    Ajaklah Si Kecil ngobrol dan berdiskusi, dari pada diceramahi panjang lebar. Meskipun tampaknya pernyataan ini tidak bernada keras, seperti, “Sudah berkali-kali Mama bilang …” Atau, “Setiap saat kamu kok …”, tetap memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu mengecewakan Anda, apapun yang dia perbuat.

    Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, “Merokok, kan, enggak baik untuk anak-anak, ya?” Atau, “Apakah kamu suka jika temanmu mengganggu terus di sekolah, Nak?” Kritiklah sikapnya, jangan salahkan dirinya.

    11. Tunjukkan Sikap Positif

    Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk Si Kecil. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, “Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula.”

    12. Bermain Bersama

    Jika sempat, tak ada salahnya Anda meluangkan waktu sebentar dan ikut bermain-main denganyya. Buatlah permainan bernuansa perlombaan semacam “siapa cepat dia dapat.” Permainan ini akan melatih anak Anda bertindak cepat setelah ada aba-aba dari Anda, atau yang dia ucapkan sendiri.

    13. Hindari Rasa Jengkel

    Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.

    14. Jangan Menampar!

    Tamparan keras yang Anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak, juga Anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita, dari pada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun. Tindakan ini pun sekaligus bisa mengajarkan, secara tidak langung pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.

    15. Jangan Menyuap

    Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah kepada anak saat Anda memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Kebiasaan seperti ini bisa membuat anak jadi tidak mau mengerjakan atau menghindari sesuatu, jika belum diberi uang atau hadiah.

    16. Bersikap Dewasa

    Bersenda gurau dengan cara melucu berlebihan, dengan menggigiti atau menarik-narik rambut anak Anda, untuk menunjukkan rasa sayang, merupakan tindakan yang salah. Bersikaplah sewajarnya, sebagai orang dewasa seperti menggenggam tangannya, memeluknya, atau memberi ciuman di kedua pipi atau kepalanya.

    17. Hadapi Rengekan

    Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula, Anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali, jika dia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.

    18. Contoh Baik

    Jika suatu kali anak Anda pernah memerogoki Anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu. Tapi, jika Anda dan pasangan bertengkar dengan saling menghina, memukul, atau berteriak, anak Anda akan meniru sikap-sikap buruk itu di kemudian hari.

    Dari 18 tips di atas, yang terpenting, Anda harus mengerti terlebih dulu kondisi anak-anak. Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih disiplin, tanpa memahami bagaimana dan apa yang dia lakukan, sama halnya seperti menuangkan sirup ke dalam botol tertutup. Dengan kata lain, percuma saja dan hanya akan memperburuk keadaan di kemudian hari.

    Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu dilakukan. Yang bisa Anda lakukan segera untuk mengatasi masalah ini, yaitu Anda hanya perlu bertanya kepada anak, apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia berbuat begitu. Pada beberapa kasus, anak-anak dapat berterus terang tentang masalahnya kepada orangtua. Namun, jika dia tak mau berterus terang, sementara Anda tidak mempunyai cara lain untuk

    bertindak, tetaplah berpikir positif.

    Sumber : Rudy Stefanus Tobing. Internet

     
    • Kak Zepe LaguAnak.blogspot.com 6:51 am on October 10, 2011 Permalink | Reply

      Artikel menarik….
      Saya juga punya artikel dan blog tentang anak-anak…
      Ada lagu anak, artikel parenting tips, pendidikan kreatif, dongeng anak…dan masih banyak lagu…
      Semua buat anak-anak TK dan PAUD ada semua
      Klik saja http://lagu2anak.blogspot.com
      Salam kenal…Kalau berminat, mari tukeran link
      Kak Zepe

  • yudhaarga 9:04 pm on April 20, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , bayi, senam otak   

    Senam OTAK untuk Merangsang Kecerdasan Bayi 

    SELAIN faktor genetik, kecerdasan seorang bayi atau anak juga tergantung pada faktor lingkungan. Di antaranya, nutrisi yang baik, imunisasi, dan stimulasi atau rangsangan.
    Bayi yang mendapat rangsangan secara tepat dan berkesinambungan tentu akan mempengaruhi perkembangan otaknya. Dengan begitu diharapkan perkembangan fisik, mental, dan intelektualnya akan melampaui kemampuan dasar atau potensi genetiknya.
    PENELITIAN membuktikan bahwa pengalaman dan rangsangan yang diterima pada tahun pertama kehidupan akan berpengaruh pada perkembangan dan fungsi otaknya di kemudian hari.
    Kecerdasan bayi juga bisa dioptimalkan dengan senam otak.

    Senam otak adalah latihan yang terangkai atas gerakan-gerakan tubuh yang dinamis dan menyilang. Senam ini mendorong keseimbangan aktivitas kedua belahan otak secara bersamaan. Diharapkan, potensi kedua belahan otak akan seimbang sehingga kecerdasan anak pun menjadi maksimal. (More …)

     
  • yudhaarga 11:10 pm on April 10, 2011 Permalink | Reply
    Tags:   

    Kisah Motivasi : Bocah Pembeli Es Krin 

    Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan indah.

    “Mbak sundae cream harganya berapa?” si bocah bertanya.

    “Lima ribu rupiah,” yang ditanya menjawab.

    Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantongnya. Ia menghitung recehan di tangannya dengan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih “berduit” ngantre di belakang pembeli ingusan itu.

    “Kalau plain cream berapa?”

    Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, “Tiga ribu lima ratus”.

    Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya, ” Kalau begitu saya mau sepiring plain cream saja, Mbak,” kata si bocah sambil memberikan uang sejumlah harga es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan sepiring plain cream.

    Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring kotor yang sudah ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping uang logam limaratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun rapi.
    Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Sang pramusaji tersadar, sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.

    Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi: setiap manusia di dunia ini adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan sopan, bermartabat, dan dengan penuh hormat.

    Sumber : Kumpulan Cerita Motivasi.www.4shared.com. 2011

    Posted with WordPress for BlackBerry.

     
  • yudhaarga 12:39 am on April 7, 2011 Permalink | Reply
    Tags:   

    Kisah Motivasi : Dua serigala 

    Ada 2 ekor serigala di hutan Rica-rica, serigala B menantang serigala A untuk menangkap seekor kelinci yang sedang makan wortel, tidak jauh dari tempat mereka berdiri,

    “Ayo Serigala A, kamu bisa ngga tangkap kelinci itu?” tanya serigala B,

    “Ah, itu gampang, lihat saja nih!” Jawab serigala A, dan dengan sigap serigala A itupun melompat ke arah kelinci tersebut, dan berlari mengejarnya.

    Sedangkan kelinci yang melihat serigala itu, langsung lari terbirit-birit ketakutan, tanpa pikir panjang wortel yang masih dikunyahnya di lemparkan ke arah serigala tersebut,

    “DUAAAKK!!” begitu suaranya..

    Karena serigala adalah binatang yang kuat, maka wortel kecil yang mengenai kepalanya tidak terasa sama sekali, serigala tersebut tetap mengejar kelinci itu, 1 menit.. 2 menit.. 3 menit… sampai 5 menit.. (More …)

     
  • yudhaarga 8:33 am on April 3, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , ngeblog   

    Melatih kesabaran n teori ekonomi 

    Hari ini, sy belajar lg tentang kesabaran.Ternyata pola masyarakat perkotaan indonesia banyak berubah.kebiasaan belanja bulanan sudah jadi gaya hidup.Makanya, ditanggal segini (tgl 3), superstore bener-bener antri.
    Padahal kalau tanggal 15an, ga bakalan sepadat ini. Sebenarnya males sih.Tapi mau gimana lagi, udah jadi kebutuhan.Susah lagi nyari waktunya.
    Hitung-hitung melatih kesabaran.Thx for my BB.Jadi bisa posting Blog sambil antri.Sambil mengamati perilaku belanja warga depok.Siapa tau bermanfaat.
    ” Banyak orang yang berharap hidupnya berubah, tapi masih melakukan hal yang sama setiap hari”

    Posted with WordPress for BlackBerry.

     
  • yudhaarga 9:11 am on April 1, 2011 Permalink | Reply  

    Ngeblog with BB 

     

    Akhirnya bisa ngeblog pake BB.ga ada alasan buat ga sempat nih

     
  • yudhaarga 5:10 am on November 4, 2010 Permalink | Reply  

    Baru aja Ganti Themes. Mudah2an makin semangat ngeblog. Mohon dukungannya ya

     
  • yudhaarga 9:01 am on February 28, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , ,   

    GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 18) 

    Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Semoga bermanfaat.

    Beberapa perbedaan antara asperger syndrom dan gifted dapat digambarkan sebagai berikut (Burger-Veltmeijer, 2003):

    Hal-hal yang sama

    Perbedaan kwalitas
    Inteligentia tinggi/gifted Syndroma Asperger
    Kuat dalam verbal Cara berfikir yang logis, penyampaian  pemikiran benar , penggunaan bahasa orijinal, bukan mengkopi Echolalia, melakukan kopi dari bahasa buku,  cara berfikir seolah logis namun hasil akhir penyampaian pemikiran tidak benar
    Penggunaan bahasa yang sangat cepat Perkembangan bahasa dan bicara yang cepat, maju lebih cepat daripada teman sebaya, karenanya nampak ia berbahasa macam orang tua Berbahasa kanak-kanak dan  cara penggunaan bahasa yang selalu  sama berulang ulang , kadang monoton,  seperti orang membaca, into

    nasi aneh

    Kemampuan pemaknaan bahasa yang tinggi Penggunaan bahasa baik secara harafiah maupun kiasan mempunyai rasa berbahasa yang baik Penggunaan bahasa sangat harafiah, kesulitan dengan penggunaan bahasa kiasan, tidak mampu merasakan penggunaan bahasa sinis dan dan simbolik
    Pengetahuan luas, banyak mengerti berbagai hal, ingatan tajam Baik detil maupun global sangat baik,  mampu memegang benang merah dengan baik, mampu melihat permasalahan inti maupun umum Hanya menjurus pada hal-hal detil, selalu bicara panjang lebar tentang hal-hal yang tak penting, sangat minim dalam kemampuan global, berfikir secara fragmentasi
    Berkemampuan baik dengan persoalan tertentu Mempunyai bidang minatan yang luas, luas dan dalam, pengetahuan luas dalam bidang yang diminatinya, merasa terdorong untuk mendalaminya Minatan terbatas, hanya tertarik pada bidang minatannya misalnya tentang reptilia, catur, atau tatasurya
    Berfikir egosentris Berkemampuan melihat permasalahan yang baik menyebabkan ia mempunyai pengetahuan luas tetapi seringkali lupa bahwa ia bisa juga salah Kesulitan meletakkan diri  terhadap  perasaan dan fikiran  orang lain
    Merasa kesepian dan kesendirian Perkembangannya tidak selaras dengan teman sebaya, tidak bisa dimengerti Tidak bisa meletakkan dasar-dasar  kontak  sosial, tidak ada relasi sosial
    Gangguan motorik Gangguan motorik lebih disebabkan karena cara berfikirnya (tidak selalu),faalangst Gerakan stereotip, sikap tubuh yang aneh
    Komunikasi lemah Selalu berfikir, tak terorganisir, pelupa Kekurangan komunikasi non-verbal  (simbolik), kesulitan membaca bahasa mimik dan bahasa tubuh, mampu berbicara tapi tidak komunikatif
    Perkembangan rasa takut dan depresi Perasaan takut gagal,  berfikir terlalu ke arah negatif dan berlebihan. Rasa takut terhadap hal-hal yang tidak bisa diramalkan dan tak dikenalnya, atau karena fantasi yang terlalu berlebihan

    Sumber: Talent, Maart 2003

    Continue….

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel