Tagged: autis savant Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • yudhaarga 9:01 am on February 28, 2010 Permalink | Reply
    Tags: autis savant, , , ,   

    GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 18) 

    Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Semoga bermanfaat.

    Beberapa perbedaan antara asperger syndrom dan gifted dapat digambarkan sebagai berikut (Burger-Veltmeijer, 2003):

    Hal-hal yang sama

    Perbedaan kwalitas
    Inteligentia tinggi/gifted Syndroma Asperger
    Kuat dalam verbal Cara berfikir yang logis, penyampaian  pemikiran benar , penggunaan bahasa orijinal, bukan mengkopi Echolalia, melakukan kopi dari bahasa buku,  cara berfikir seolah logis namun hasil akhir penyampaian pemikiran tidak benar
    Penggunaan bahasa yang sangat cepat Perkembangan bahasa dan bicara yang cepat, maju lebih cepat daripada teman sebaya, karenanya nampak ia berbahasa macam orang tua Berbahasa kanak-kanak dan  cara penggunaan bahasa yang selalu  sama berulang ulang , kadang monoton,  seperti orang membaca, into

    nasi aneh

    Kemampuan pemaknaan bahasa yang tinggi Penggunaan bahasa baik secara harafiah maupun kiasan mempunyai rasa berbahasa yang baik Penggunaan bahasa sangat harafiah, kesulitan dengan penggunaan bahasa kiasan, tidak mampu merasakan penggunaan bahasa sinis dan dan simbolik
    Pengetahuan luas, banyak mengerti berbagai hal, ingatan tajam Baik detil maupun global sangat baik,  mampu memegang benang merah dengan baik, mampu melihat permasalahan inti maupun umum Hanya menjurus pada hal-hal detil, selalu bicara panjang lebar tentang hal-hal yang tak penting, sangat minim dalam kemampuan global, berfikir secara fragmentasi
    Berkemampuan baik dengan persoalan tertentu Mempunyai bidang minatan yang luas, luas dan dalam, pengetahuan luas dalam bidang yang diminatinya, merasa terdorong untuk mendalaminya Minatan terbatas, hanya tertarik pada bidang minatannya misalnya tentang reptilia, catur, atau tatasurya
    Berfikir egosentris Berkemampuan melihat permasalahan yang baik menyebabkan ia mempunyai pengetahuan luas tetapi seringkali lupa bahwa ia bisa juga salah Kesulitan meletakkan diri  terhadap  perasaan dan fikiran  orang lain
    Merasa kesepian dan kesendirian Perkembangannya tidak selaras dengan teman sebaya, tidak bisa dimengerti Tidak bisa meletakkan dasar-dasar  kontak  sosial, tidak ada relasi sosial
    Gangguan motorik Gangguan motorik lebih disebabkan karena cara berfikirnya (tidak selalu),faalangst Gerakan stereotip, sikap tubuh yang aneh
    Komunikasi lemah Selalu berfikir, tak terorganisir, pelupa Kekurangan komunikasi non-verbal  (simbolik), kesulitan membaca bahasa mimik dan bahasa tubuh, mampu berbicara tapi tidak komunikatif
    Perkembangan rasa takut dan depresi Perasaan takut gagal,  berfikir terlalu ke arah negatif dan berlebihan. Rasa takut terhadap hal-hal yang tidak bisa diramalkan dan tak dikenalnya, atau karena fantasi yang terlalu berlebihan

    Sumber: Talent, Maart 2003

    Continue….

    Advertisements
     
  • yudhaarga 2:38 am on August 2, 2008 Permalink | Reply
    Tags: autis savant, , ,   

    GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 16) 

    lisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Karena saat ini saya sedang konsern masalah ini. Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Semoga bermanfaat.

    Autis Savant

    Adalah bentuk autisme klasik (infantil) Kanner dengan defisit inteligensia yang sangat luas dan parah atau idiot, karena itu sering pula disebut idiot-savant. Diperkirakan autis Savant ini berjumlah 10 persen dari populasi autisme klasik yang mental retarded. Berbagai catatan epidemiologi, prevalensi autisme klasik ini adalah 4 dari 10.000 anak yang lahir. Sekitar 70 persennya mengalami mental retarded. Sekalipun autisme savant ini mengalami gangguan perkembangan verbal yang sangat parah, namun beberapa bagian dari kemampuan performalnya sangat baik. Dalam tes menggunakan Wechsler Intelligence Scale menunjukkan bahwa para autis savant ini dalam tes inteligensia performalnya mempunyai skor yang istimewa pada tes Block Design dan Object Assembly. Diantaranya juga ada yang mempunyai visual memory yang istimewa (Cox & Eames, 1999)

    Oliver Sack (1995) menggambarkan seorang savant sebagai individu yang paradox, yaitu memiliki gangguan inteligensia yang parah namun juga memiliki talenta yang luar biasa. Individu savant ini ada yang mempunyai talenta melukis, musik, atau mnemonist (bermain perkalian berdigit digit tanpa kalkulator sebagaimana halnya figur autis savant dalam film Rain Man yang dimainkan oleh Dustin Hoffman).

    Gambar di bawah ini  menggambarkan Wechsler profil savant (BX) yang menunjukkan tinggi dalam subtes Block Design (visual abstrack ability) dan Digit Span ( short term auditory memory for non- meaningful information) namun mengalami defisit dalam berbagai subtest lainnya.

    Catatan

    Verbal: Information – fund of general knowledge

    Similarities verbal abstract reasoning

    Arithmatic – numerical reasoning, attention and short-term memory for

    meaningful information

    Vocabulary – knowledge of word meanings

    Comprehension – social comrehension and judgment

    Digit Span – short term auditory memory for non- meaningful information

    Performal:

    Picture Completion – attention to visual detail

    Coding – visual – motor skill, processing speed

    Picture arrangement – attention to visual detail, seqientila reasoning

    Block Design – visual abstract ability

    Object Assemby – part – whole reasoning

    Mazes – graphomotor planning, visual – motor coordination and speed

    BX adalah seorang savant yang lahir tanpa komplikasi, walau begitu ia mempunyai perkembangan bicara yang buruk, yang menyebabkan orang tuanya prihatin. Mendapat diagnosa autism saat berusia 4 tahun. Diagnosa berdasarkan klasifikasi kriteria WHO (1978). Ia mengalami epilepsy, konsentrasi buruk, serta gangguan motorik kasar berupa

    clumsy dan gangguan kordinasi. Kemampuan menggambarnya tiba-tiba muncul diusianya yang ke 15 tahun 6 bulan tanpa melakukan latihan praktek. Ia menggambar dari apa yang ada di memorinya tentang jembatan kereta api dan jalan raya yang sangat perspektif. Tes tadi di atas saat ia berusia 19 tahun 6 bulan.

    Berbeda dengan Nadia autis savant yang mempunyai talenta, kemampuan menggambarnya muncul di usia 3 tahun saat mana ia belum mampu berbicara, namun saat ia sudah mampu berbicara kemampuan menggambar ini menghilang. Cara autis savant mengekspresikan kemampuan memori fotografisnya adalah dengan cara melakukan registrasi apa

    yang dilhatnya dengan mata dengan cara sangat detil yang oleh Vermulen (2004) disebutnya sebagai visual realism. Selanjutnya Vermuelen (2004) menjelaskan bahwa hal yang membedakan antara para autis yang mempunyai memori fotografis dengan anak-anak non-autis yang juga mempunyai kemampuan fotografis adalah pada anak-anak autis savant ini apa yang digambarkannya merupakan hasil registrasi yang dilihatnya tanpa memberinya makna maupun kreasi lainnya. Gambarnya akan lompat langsung pada stadium lanjut berupa gambar tiga dimensi, tanpa adanya

    tambahan kreasi dan fantasi. Seperti misalnya gambar yang dibuat Nadia. Vermeulen memberi perumpamaan bahwa jika seorang anak autis menggambar sebuah bangku, ia tidak tahu lagi apakah itu bangku taman atau bangku malas untuk di taman. Pada anak-anak non-autis yang mempunyai memori fotografis, gambar-gambar yang dibuatnya bukan saja sangat detil dan persfekstif, namun juga akan kaya dengan fantasi. Anak autis akan melihat dunia bagai suatu benda-benda berjajar runtut bagai garis, bukan merupakan pengertian yang mempunyai makna tertentu, namun merupakan pengertian yang realistis yang kemudian dicurahkannya dalam bentuk gambar. Pemahaman Nadia bukan merupakan pemahaman konseptual tetapi pemahaman yang perseptual. Hal ini merupakan kekosongan dalam kemampuan pemahaman yang kemudian menyebabkan Nadia mampu mencatat apa yang dilihatnya secara eksak. Nadia tidak “melihat” kuda-kud

    a yang selalu digambarnya. Talenta menggambar anak-anak autis ini tidak “tertular” oleh penggunaan “pengenalan dan penamaan” sebagaimana yang dilakukan oleh anak-anak normal. Misalnya seorang anak non-autistik ditanya untuk menggambar seekor kuda ia akan “berfikir”seekor kuda (dengan kata lain disebut skema kognitif, atau prototype dari seekor kuda yang keluar dari memorinya) lalu ia akan menggambar apa yang ia fikirkan. Sedang Nadia segera mengingat kembali apa yang pernah ia lihat dan ia akan gambarkan.

    Sekalipun sulit melakukan tes terhadap Nadia, namun bisa nampak dengan cara melakukan pengamatan terhadap berbagai benda yang dilihatnya dan disajikannya dalam bentuk gambar, yang menunjukkan sesuatu bukan berdasarkan pemahaman makna tentang apa yang dilihatnya.

    Akan berbeda pula dengan gambar anak-anak non-memori fotografis, gambar yang dibuatnya tidak merupakan langsung berupa gambar tiga dimensi, namun dimensinya secara perlahan berkembang satu persatu dimulai dari gambar-gambar sederhana.

    Continue…

     
    • riswanto 7:03 am on August 7, 2008 Permalink | Reply

      info di blog nya bagus sekali,,,
      salam kenal ya
      kapan-kapan mampir di blog kami

      riswanto
      081578054182 http://www.autisfamily.blogspot.com

    • yudhaarga 8:41 am on August 7, 2008 Permalink | Reply

      dear pak riswanto,
      terima kasih komentarnya. saya sudah main ke blognya. salut atas perjuangan bapak membesarkan anak berkebutuhan khusus.
      semoga semakin mendekatkan kita kepadaNYA.

      Hope we always keep in touch.

      Yudha Argapratama
      0816 1654807

    • Farhana Afrilia 10:08 am on November 6, 2008 Permalink | Reply

      Ass mas Yudha…… pa kabar
      sebenernya mas tuh anak fak “kehutanan” beneran atau nyambi ke psikologi trus maen di kedokteran?
      ASLI…. tulisanya bagus banget. SUKSES truzzzz ya…. 🙂

    • grandklavier 9:32 am on December 11, 2008 Permalink | Reply

      hallo boleh tukeran link? makasih..

    • Kitty 7:32 am on May 14, 2009 Permalink | Reply

      saya tertarik baca post nya sampai komplit, tp kok loncat2 ya linknya, abis baca part 4, ga bisa ke part 5. 🙂
      anak saya di-diagnosa PDD NOS sejak usia 1 Y 9 M, tp saya tertarik dgn ciri2 gifted, just wanna make sure ga ada kesalahan penanganan. Anak saya udah 3 Y 1 M, komunikasi verbal lumayan, penyayang, cheerful, iseng, tp suka sekali sama roda. Daya khayal terbatas, tp bukan tdk ada sama sekali.

    • rifqoh ihdayati,psi 7:03 am on July 22, 2009 Permalink | Reply

      asli TOP bgt….saya yang psikolog anak aja perlu berguru dan belajar dari bapak yang satu ini…..

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel