Tagged: autis Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • yudhaarga 8:53 am on February 25, 2010 Permalink | Reply
    Tags: autis, , ,   

    GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya (part 17) 

    Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Semoga bermanfaat.

    ASPERGER

    Asperger adalah bentuk autisme dalam eselon yang paling tinggi. Umumnya terdeteksi sangat terlambat, setelah agak besar di sekolah karena banyak masalah dalam pelajaran, bahkan sering juga terdeteksi saat sudah mempunyai pasangan, dimana terjadi relasi yang sulit antara suami istri dalam relasi seksual, dimana para asperger ini dalam relasi seksual kurang menampilkan relasi yang hangat dan hubungan seksual berlangsung sangat “mekanistis” (Emmen, 2003). Istilah Asperger digunakan untuk menghormati dokter anak Hans Asperger di tahun 1940-an  dari Austria yang melaporkan pasien-pasiennya yang pandai tetapi psychopath yang disebutnya sebagai anak-anak autis.

    Akhir-akhir ini mulai banyak lagi dilakukan penelitian tentang Asperger ini, bukan saja karena problemnya semakin jelas tetapi juga  anak-anak normal yang mempunyai syndrom seperti Asperger, perbedaannya kurang jelas (Hupkens, 2002).

    Peter Vermuelen membandingkan dua kelompok anak-anak autisme  yang terdeteksi  dini dan terdeteksi terlambat dengan inteligensia normal sampai tinggi.

    Pada anak-anak yang cepat terdiagnosa menunjukkan mempunyai inteligensia yang lebih rendah daripada yang terdeteksi lambat. Di usia setengah tahun umumnya orang tuanya telah melihat bahwa ada sesuatu yang tak beres pada perkembangan anak yaitu perkembangannya sangat lambat. Di usia saat mana anak-anak sudah mulai berbicara namun anak-anak mereka tidak, hal inilah yang menyebabkan lebih cepatnya deteksi. Sementara pada anak-anak yang lebih lambat terdeteksi sebagai penyandang autisme umumnya para orang tua pergi mencari pengobatan karena adanya gangguan fisik terutama infeksi telinga. Pada awal-awal sekolah anak-anak ini juga dapat mengikuti sekolah dengan baik. Namun semakin anak-anak ini besar terjadi berbagai masalah di sekolah, peledakan, agresi, dan gangguan kontak sosial. Saat-saat inilah baru diketahui bahwa anak-anak ini adalah penyandang autisme, karena gejala autisme yang ditampilkannya sangat samar-samar.

    Profil tes psikologi  dilakukan oleh Centrum voor Begaafheids Onderzoek Universitas Nijmegen Belanda terhadap Johan saat berusia 5 tahun, dengan diagnosa Gifted, sekalipun mempunyai ada gejala autisme namun bukan berarti bahwa ia adalah penyandang autisme karena dalam hal ini gangguan perkembangan sosial emosionalnya disebabkan karena ketertinggalan perkembangan bahasa dan bicara. Dalam profil tersebut nampak bahwa skor performal IQ lebih tinggi daripada skor IQ verbal. Jika dibandingkan dengan dua profil autisme di atas maka sekalipun sama-sama adanya deskrepansi pada skor verbal IQ dan performal IQ (v/P)  namun dalam berbagai subtes performal terdapat perbedaan yang menyolok. Dalam tes ini ia memperoleh skor di atas rata-rata usia sebayanya, dan sangat tinggi  dalam subtes GF (geometrische figuran) yang merupakan tes untuk melihat kemampuan motorik halus dan kemampuan observasi, subtes BP (blokpatronen) untuk melihat kemampuan analitik-sintetik. Dalam tes BP ini ia menggunakan strategi mula-mula melihat baru dikerjakan. Disamping subtes di atas ia juga memperoleh skor tinggi pada OT (onvolledige tekeningen) yaitu untuk melihat  part-whole reasoning. Dalam tes verbal ia menunjukkan kemampuan O (overeenkomsten) atau similarities  lebih tinggi daripada subtes lainnya dan sesuai dengan usianya. Subtes ini  menunjukkan bahwa ia mempunyai kemampuan berbahasa secara pasif.

    Continue….

    Advertisements
     
  • yudhaarga 6:05 am on April 29, 2008 Permalink | Reply
    Tags: autis, ,   

    GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 5) 

    Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Karena saat ini saya sedang konsern masalah ini. Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Semoga bermanfaat.

    Part 5

    3. MENGENALI ANAK & BALITA BERBAKAT

    Kelompok kami (para orang tua anak berbakat), mempunyai anak balita dan anak-anak yang lebih besar berbakat (terlebih mereka yang merupakan anak berbakat luar biasa), umumnya mengalami kefrustrasian dan keputus-asaan menghadapi perilaku anaknya, begitu pula gurunya. Ketidak mengertian akan perilaku yang dianggapnya menyimpang dari pola normal menyebabkan para orang tua dan guru berfikir kearah gangguan perilaku dan mental. Karena itu agar tidak terjadi kesalah mengertian terhadap anak-anak ini dibutuhkan pengetahuan yang luas untuk memahami berbagai aspek tumbuh kembang serta personalitasnya, yang tentu saja memerlukan bantuan dari berbagai ahli yang mempunyai perhatian pada anak-anak berbakat secara multidisiplin. Pemahaman ini bukan saja akan memberikan ketrampilan dalam tugas pengasuhan dan pendidikannya secara baik, dalam menghadapi masa balita yang penuh dengan gejolak tumbuh kembang yang berbeda dari anak lain pada umumnya ini, yang betul-betul melelahkan, menguras tenaga dan fikiran, tetapi juga pengetahuan yang luas ini, akan mampu menumbuhkan rasa kesabaran yang luar biasa bagi orang tua. Sering pula dibutuhkan family counceling karena sering terjadi ketidak samaan pendapat dalam memandang faktor kuat dan faktor lemah si anak yang tidak jarang menyebabkan percekcokan rumah tangga dan berakhir pada perceraian. Pengetahuan ini sangatlah penting karena masa balita adalah masa yang sangat rentan dalam tumbuh kembangnya, dan anak-anak ini tentu saja memerlukan lingkungan yang aman agar ia dapat tumbuh dan berkembang secara sehat.

    (More …)

     
  • yudhaarga 10:43 am on April 28, 2008 Permalink | Reply
    Tags: autis, ,   

    GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 4) 

    Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Karena saat ini saya sedang konsern masalah ini. Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Semoga bermanfaat.

    Part 4

    PENGERTIAN KEBERBAKATAN

    Renzulli mengidentifikasikan bahwa seorang anak yang dapat dikatakan sebagai anak berbakat jika ia mempunyai:

    1) inteligensia yang tinggi di atas rata-rata ;

    2) kreativitas yang tinggi;

    3) motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi

    Namun Mönks menambahkan potensi itu tidak akan terwujud jika tidak ada dukungan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan. Dari kedua ahli ini maka dilengkapilah pengertian apa yang disebut keberbakatan dengan ringkasan yang disebut Triadik Renzulli-Mönks.

    (More …)

     
  • yudhaarga 10:39 am on April 27, 2008 Permalink | Reply
    Tags: autis, ,   

    GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 3) 

    Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Karena saat ini saya sedang konsern masalah ini. Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Semoga bermanfaat.

    Part 3

    Sementara itu, autisme yang merupakan long live disabilities di masyarakat luas kini timbul pengertian bahwa ada kelompok autisme yang bisa sembuh atau disembuhkan dengan pengobatan. Dan anak-anak yang keluar dari kriteria autisme dimanfaatkan oleh fihak tertentu sebagai testemonial untuk menunjukkan keberhasilan terapi.

    Sampai kini, melihat sulitnya membedakan antara autisme, autistik PDD, dan non-autistik PDD, terlebih pada anak-anak batita, maka banyak kalangan mengatakan bahwa apapun anak itu kelak jadinya jika anak itu menunjukkan symptom autisme maka sebaiknya diterapi saja sebagaimana autisme, daripada menunggu sampai anak itu berusia di atas tiga, empat atau lima tahun, jika ternyata memang autisme bisa jadi justru hal ini akan menyebabkan keterlambatan. Dengan asumsi bahwa, anak yang memang kelaknya akan keluar dari kriteria autisme dengan diterapi menggunakan metoda terapi autisme, akan keluar juga dari autismenya. Pernyataan spekulatif ini menyebabkan para orang tua justru menjadi panik dan segera mencari terapi yang tidak terarah. Lebih ironis berbagai media justru menyajikan tawaran pengobatan yang memberikan harapan. Sementara itu, berbagai terapi autisme yang populer saat ini masih merupakan terapi yang tidak pernah mempunyai latar belakang penelitian ilmiah yang dapat dipercaya, seperti yang disebutkan oleh Herbet (2002), van der Sijde (2002), Honstra (2003) yaitu : sensory-motor therapy (Auditory Integration Therapy, Sensory Integration), Holding threrapy, Option Therapy, Biomedical Treatment (secretin, Vitamin B dan magnesium, diet bebas gluten dan casein, Dimethylglycin), terapi jamur kandida, Applied Behaviour Analysis (ABA), dan TEACCH. Berbagai terapi ini hanya dilatar belakangi dengan testemonial. Terapinya semakin semarak saat berbagai terapi alternatif tradisional maupun moderen dari dalam maupun dari luar negeri turut meramaikan pasaran seperti : senam otak (Brain Gym),craniosacral therapy, akupuntur, biofeedback, chi-kung, prana, reiki, terapi lumba-lumba, pembaluran dengan protein, garam epsom, dan sebagainya.

    (More …)

     
    • draguscn 1:35 am on September 17, 2008 Permalink | Reply

      Salam kenal ..

      Saya dokter di puskesmas di kabupaten probolinggo, puskesmas kami sedang merencanakan akan membuat klinik tumbuh kembang. Pelayanan tumbuh kembang anak pada balita di kecamatan kami, dan juga pelayanan konsultasi online melalui blog kami

      http://balitakami.wordpress.com

      Mohon masukan, kritik dan saran untuk lebih berkembangnya blog ini sebagai tempat kita mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak kita.

      Terima kasih

      draguscn.

  • yudhaarga 7:05 am on April 26, 2008 Permalink | Reply
    Tags: autis, ,   

    GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 2) 

    Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Karena saat ini saya sedang konsern masalah ini. Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Semoga bermanfaat.

    Sebaliknya Stanley I Greenspan (1998 a), yang pernah menjabat sebagai direktur lembaga autisme University of Washington, melaporkan bahwa, dalam observasinya terhadap 200 anak-anak yang mendapat diagnosa gangguan perkembangan autisme (PDD/PDDNOS) sekalipun tidak sejelas seperti apa yang diterangkan oleh Kanner tetapi sudah nampak di usianya yang ke satu, dan ke dua, atau ke tiga, namun di usia setelah itu setiap anak akan berkembang dengan keunikannya masing-masing, bahkan sangat komunikatif (menggunakan kalimat yang kompleks dan adaptif), kreatif, hangat, penuh rasa cinta, dan gembira. Mereka duduk di sekolah-sekolah umum, berprestasi dalam kegiatan belajar, menyenangi persahabatan, dan terutama sangat imajinatif dalam bermain (Greenspan, 1998a). Melihat keadaan ini maka Greenspan lebih cenderung untuk mengusulkan menggunakan terminologi MSDD (Multisystem Development Disorder).

    (More …)

     
  • yudhaarga 6:47 am on April 25, 2008 Permalink | Reply
    Tags: autis, ,   

    GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 1) 

    Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Karena saat ini saya sedang konsern masalah ini. Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Semoga bermanfaat.

    PENDAHULUAN DAN MASALAH

    Akhir-akhir ini banyak dilaporkan adanya overdiagnosa dan misdiagnosa terhadap anak-anak gifted (anak berbakat atau anak luar biasa) terutama yang saat balitanya mengalami perkembangan tidak sinkron (disinkronitas perkembangan) dan menerima berbagai diagnosa gangguan mental dan perilaku atau disorder (Webb, 2000; van Vugt-van de Moosdijk, 2002) serta menerima overterapi yang tidak jarang merupakan terapi non medik dan radikal. Anak-anak ini beberapa karakteristik dan tumbuh kembangnya yang berbeda dengan anak-anak normal sering disalahmengertikan bukan saja oleh tenaga kesehatan, psikolog, pendidik, orang tua, tetapi juga oleh masyarakat (Webb, 2000). Tidak disangkal pula bahwa pada anak-anak ini bisa saja terjadi adanya komorbiditas masalah giftedness dan gangguan perilaku maupun gangguan perkembangan, atau sebaliknya masalah karakteristik, kebutuhan dan personalitas anak-anak gifted yang tak tertangani dengan baik akan memberikan gambaran masalah seperti halnya anak-anak bergangguan perkembangan dan perilaku, hal inilah yang paling sering menyebabkan kekeliruan diagnosa (van Vugt-van de Moosdijk, 2002).

    (More …)

     
  • yudhaarga 1:52 am on April 24, 2008 Permalink | Reply
    Tags: Add new tag, autis, ,   

    Autis, Gifted atau hanya terlambat bicara ? 

    Sebenarnya ini dimulai hari minggu lalu. Lagi baca kolom tanya jawab kesehatan di Republika edisi Hari Minggu (20 April 08) tentang gejala-gejala autis. Begitu baca, langsung deg-degan. karena beberapa gejala itu kayaknya ada di putera kami Faiz (19 bulan). Memang dia masih belum bicara .Besoknya langsung cari informasi di internet tentang autis. Dan banyak banget dapet informasi, walaupun masih kurang. sebagian besar infonya makin bikin deg-degan.

    Tapi ada beberapa info yang berguna banget yang membuat kami lebih tenang. Salah satunya ketemu istilah Gifted. Diantaranya dari blognya Ibu Julia Maria Van Tiel dari Kelompok Diskusi Orang tua Anak Berbakat. Blognya bisa dilihat disini.

    Beberapa artikelnya akan dikutip di blog ini.

    Sekarang Faiz masih terus dipantau, Nonton VCDnya dikurangi. Juga diajak lebih sering bermain terutama dengan anak yang sebaya. Mudah2an Faiz cuma terlambat bicara.

     
  • yudhaarga 9:33 am on April 21, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , autis   

    Waspadai Gejala Autisme 

    Gejala autisme berbeda – beda dalam kuantitas dan kualitas ,penyandang autisme infantil klasik mungkin memperlihatkan gejala dalam derajat yang berat , tetapi kelainan ringan hanya memperlihatkan sebagian gejala saja.

    Kesulitan yang timbul, sebagian dari gejala tersebut dapat muncul pada anak normal, hanya dengan intensitas dan kualitas yang berbeda.

    Gejala – gejala pada autisme mencakup ganggguan pada :
    Ø 1. gangguan pada bidang komunikasi verbal dan non verbal

    • Terlambat bicara atau tidak dapat berbicara
    • Mengeluarkan kata – kata yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain yang sering disebut sebagai bahasa planet
    • Tidak mengerti dan tidak menggunakan kata – kata dalam konteks yang sesuai
    • Bicara tidak digunakan untuk komunikasi
    • Meniru atau membeo , beberapa anak sangat pandai menirukan nyanyian , nada , maupun kata – katanya tanpa mengerti artinya
    • Kadang bicara monoton seperti robot
    • Mimik muka datar
    • Seperti anak tuli, tetapi bila mendengar suara yang disukainya akan bereaksi dengan cepat

    Ø 2. gangguan pada bidang interaksi sosial

    • Menolak atau menghindar untuk bertatap muka
    • anak mengalami ketulian
    • Merasa tidak senang dan menolak bila dipeluk
    • Tidak ada usaha untuk melakukan interaksi dengan orang
    • Bila menginginkan sesuatu ia akan menarik tangan orang yang terdekat dan mengharapkan orang tersebut melakukan sesuatu untuknya.
    • Bila didekati untuk bermain justru menjauh
    • Tidak berbagi kesenangan dengan orang lain
    • Kadang mereka masih mendekati orang lain untuk makan atau duduk di pangkuan sebentar, kemudian berdiri tanpa memperlihatkan mimik apapun
    • Keengganan untuk berinteraksi lebih nyata pada anak sebaya dibandingkan terhadap orang tuanya

    Ø 3. gangguan pada bidang perilaku dan bermain

    • Seperti tidak mengerti cara bermain, bermain sangat monoton dan melakukan gerakan yang sama berulang – ulang sampai berjam – jam
    • Bila sudah senang satu mainan tidak mau mainan yang lain dan cara bermainnya juga aneh
    • Keterpakuan pada roda (dapat memegang roda mobil – mobilan terus menerus untuk waktu lama)atau sesuatu yang berputar
    • Terdapat kelekatan dengan benda – benda tertentu, seperti sepotong tali, kartu, kertas, gambar yang terus dipegang dan dibawa kemana- mana
    • Sering memperhatikan jari – jarinya sendiri, kipas angin yang berputar, air yang bergerak
    • Perilaku ritualistik sering terjadi
    • Anak dapat terlihat hiperaktif sekali, misal; tidak dapat diam, lari kesana sini, melompat – lompat, berputar – putar, memukul benda berulang – ulang
    • Dapat juga anak terlalu diam

    Ø 4.gangguan pada bidang perasaan dan emosi

    • Tidak ada atau kurangnya rasa empati, misal melihat anak menangis tidak merasa kasihan, bahkan merasa terganggu, sehingga anak yang sedang menangis akan di datangi dan dipukulnya
    • Tertawa – tawa sendiri , menangis atau marah – marah tanpa sebab yang nyata
    • Sering mengamuk tidak terkendali ( temper tantrum) , terutama bila tidak mendapatkan apa yang diingginkan, bahkan dapat menjadi agresif dan dekstruktif

    Ø 5. gangguan dalam persepsi sensoris

    • Mencium – cium , menggigit, atau menjilat mainan atau benda apa saja
    • Bila mendengar suara keras langsung menutup mata
    • Tidak menyukai rabaan dan pelukan . bila digendong cenderung merosot untuk melepaskan diri dari pelukan
    • Merasa tidak nyaman bila memakai pakaian dengan bahan tertentu

    Apa yang sebaiknya anda lakukan?

    Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anda jika mencurigai adanya satu atau lebih gejala di atas pada anak anda. Tetapi jangan juga cepat – cepat mennyatakan anak anda sebagai penderita autisme.

    Diagnosis akhir dan evaluasi keadaan anak sebaiknya ditangani oleh suatu tim dokter yang berpengalaman , terdiri dari ; dokter anak , ahli saraf anak, psikolog, ahli perkembangan anak, psikiater anak, ahli terapi wicara.

    Tim tersebut bertanggung jawab dalam menegakan diagnosis dan memberi arahan mengenai kebutuhan unik dari masing – masing anak , termasuk bantuan interaksi sosial , bermain, perilaku dan komunikasi .

    dari : http://www.infoibu.com

     
    • chika 2:31 pm on April 23, 2008 Permalink | Reply

      Thanks for share that information about autism.. 🙂

    • yudhaarga 1:34 am on April 24, 2008 Permalink | Reply

      Dear Chika,

      Glad to share. Very nice inside you.

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel