Tagged: child Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • yudhaarga 9:17 pm on April 26, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , child, , tips   

    Tips Mendisiplinkan Anak 

    Memiliki anak-anak yang punya kedisiplinan tinggi, memang cita-cita semua orangtua. Namun, adakalanya orangtua kesulitan “menjinakkan” anak-anak mereka. Agar jagoan cilik Anda mau mematuhi segala aturan yang ada di rumah, ikuti Tips – tips berikut ini.

    Sering kali, orangtua terus berkutat dengan masalah kedisiplinan yang idealnya selalu dipatuhi anak-anak. Orangtua terkadang harus memaksa anak-anaknya untuk disiplin di rumah, menghormati orangtua, bicara dengan nada yang santun, rajin belajar, tidur siang tepat waktu, yang intinya mengatur semua gerak-gerik Si Kecil.

    Namun, harus tetap ingat, kedisiplinan yang Anda maksud tak hanya melakukan koreksi pada tingkah laku anak-anak saja. Tapi juga mengajarkan kepada mereka cara untuk bisa mengontrol dirinya, serta peduli akan lingkungannya, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi orangyang berhasil di kemudian hari.

    Untuk itu, ada beberapa pendekatan yang dapat Anda lakukan untukmembantu anak-anak mendisiplinkan dirinya.

    1. Tegas

    Jika Anda melarang anak-anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan dan bimbingan padanya. Anak jaman sekarang pasti tidak akan mau menerima alasan seperti, “Jangan duduk di depan pintu, pamali!” Atau, “Jangan main terlalu sore, nanti diculik Kalong Wewe!” Beritahu alasannya, kenapa dia tidak boleh duduk di depan pintu atau bermain sore-sore, menjelang malam.

    2. Jangan Plin Plan

    Pada dasarnya, Si Kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitu pun jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Misalnya, Anda tak setuju dia melompat-lompat di tempat tidur, sementara pasangan Anda membiarkannya. Hal ini hanya akan membuat dia bingung, akibatnya dia jadi mengabaikan etidaksetujuan Anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah

    dalam bersikap.

    3. Kompromi

    Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka. Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya, jika dia lalai menengok ke kiri-kanan saat akan menyeberang jalan, lain kali dia tak akan begitu lagi. Jika Anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas. Misalnya, “Berhentilah melempar-lempar mainanmu, Nak!” Tapi, jangan katakan, “Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!”

    4. Beri Bimbingan

    Jika anak Anda mengobrak-abrik buku dari lemari yang ada di ruang keluarga, katakan saja, “Maukah kamu berhenti ‘bermain’ buku? Baca saja, ya di kamarmu?” Jika dia tak memedulikan perkataan Anda, dengan cara yang lembut namun tegas, Anda bisa membimbingnya ke kamar dan katakana padanya, dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata Anda.

    5. Beri Peringatan

    Jika anak tahu aturan yang telah Anda buat, pada usia tertentu, Anda hanya perlu bertanya padanya, ketika melakukan pelanggaran. Dia akan langsung merasa segan pada Anda, karena ada konsekuensi atau sanki yang harus diterimanya segera, setelah pelanggaran dibuat. Jika Anda terbiasa membuat batasan peringatan sampai hitungan 5, kali ini kurangi sampai hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk segera mengubah sikap setelah diberi peringatan.

    6. Beri Alasan

    Jika anak bermain-main dengan benda tajam, Anda tentu harus lebih berhati-hati memperingatinya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan Anda lakukan dan sebutkan alasannya. Misalnya, “Mama simpan pisaunya ya, Sayang, nanti bisa melukai tanganmu!” Atau, “Mama minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bias bikin kamu terjatuh.”

    7. Jangan Tunda Hukuman

    Jika Anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah Anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai Anda menunda member hukuman padanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak main play station atau barbie, atau membersihkan kamar mandi.

    8. Tetap Tenang

    Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri pada anak Anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa pede di hadapan orangtuanya.

    9. Bertekuk Lutut

    Menunduklah saat berbicara pada Si Kecil, terutama saat memberi kritikan padanya. Tekuklah lutut Anda atau ambil posisi duduk di hadapnnya, agar pandangan mata Anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, Anda tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai orangtua.

    10. Jangan Ceramah

    Ajaklah Si Kecil ngobrol dan berdiskusi, dari pada diceramahi panjang lebar. Meskipun tampaknya pernyataan ini tidak bernada keras, seperti, “Sudah berkali-kali Mama bilang …” Atau, “Setiap saat kamu kok …”, tetap memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu mengecewakan Anda, apapun yang dia perbuat.

    Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, “Merokok, kan, enggak baik untuk anak-anak, ya?” Atau, “Apakah kamu suka jika temanmu mengganggu terus di sekolah, Nak?” Kritiklah sikapnya, jangan salahkan dirinya.

    11. Tunjukkan Sikap Positif

    Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk Si Kecil. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, “Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula.”

    12. Bermain Bersama

    Jika sempat, tak ada salahnya Anda meluangkan waktu sebentar dan ikut bermain-main denganyya. Buatlah permainan bernuansa perlombaan semacam “siapa cepat dia dapat.” Permainan ini akan melatih anak Anda bertindak cepat setelah ada aba-aba dari Anda, atau yang dia ucapkan sendiri.

    13. Hindari Rasa Jengkel

    Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.

    14. Jangan Menampar!

    Tamparan keras yang Anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak, juga Anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita, dari pada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun. Tindakan ini pun sekaligus bisa mengajarkan, secara tidak langung pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.

    15. Jangan Menyuap

    Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah kepada anak saat Anda memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Kebiasaan seperti ini bisa membuat anak jadi tidak mau mengerjakan atau menghindari sesuatu, jika belum diberi uang atau hadiah.

    16. Bersikap Dewasa

    Bersenda gurau dengan cara melucu berlebihan, dengan menggigiti atau menarik-narik rambut anak Anda, untuk menunjukkan rasa sayang, merupakan tindakan yang salah. Bersikaplah sewajarnya, sebagai orang dewasa seperti menggenggam tangannya, memeluknya, atau memberi ciuman di kedua pipi atau kepalanya.

    17. Hadapi Rengekan

    Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula, Anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali, jika dia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.

    18. Contoh Baik

    Jika suatu kali anak Anda pernah memerogoki Anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu. Tapi, jika Anda dan pasangan bertengkar dengan saling menghina, memukul, atau berteriak, anak Anda akan meniru sikap-sikap buruk itu di kemudian hari.

    Dari 18 tips di atas, yang terpenting, Anda harus mengerti terlebih dulu kondisi anak-anak. Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih disiplin, tanpa memahami bagaimana dan apa yang dia lakukan, sama halnya seperti menuangkan sirup ke dalam botol tertutup. Dengan kata lain, percuma saja dan hanya akan memperburuk keadaan di kemudian hari.

    Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu dilakukan. Yang bisa Anda lakukan segera untuk mengatasi masalah ini, yaitu Anda hanya perlu bertanya kepada anak, apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia berbuat begitu. Pada beberapa kasus, anak-anak dapat berterus terang tentang masalahnya kepada orangtua. Namun, jika dia tak mau berterus terang, sementara Anda tidak mempunyai cara lain untuk

    bertindak, tetaplah berpikir positif.

    Sumber : Rudy Stefanus Tobing. Internet

    Advertisements
     
    • Kak Zepe LaguAnak.blogspot.com 6:51 am on October 10, 2011 Permalink | Reply

      Artikel menarik….
      Saya juga punya artikel dan blog tentang anak-anak…
      Ada lagu anak, artikel parenting tips, pendidikan kreatif, dongeng anak…dan masih banyak lagu…
      Semua buat anak-anak TK dan PAUD ada semua
      Klik saja http://lagu2anak.blogspot.com
      Salam kenal…Kalau berminat, mari tukeran link
      Kak Zepe

  • yudhaarga 6:09 am on April 30, 2008 Permalink | Reply
    Tags: child,   

    16 Tools for Effective Parents (part 3) 

    Dealing with problems

    n 11. Use “I” statements. Let your child know how you feel, why, and what you want them to do. “I feel when you because . This is what I want you to do .” Example: When your daughter leaves her curling iron on, you might say, “I worry when you leave the curling iron on because it uses electricity and could start a fire. Please go turn it off right now.”

    n 12. Use natural consequences. Let your child learn from what happens naturally without scolding, lecturing, or rescuing. Example: When your son forgets his gloves on a cold day, let him find out how uncomfortable he getsso that he will decide on his own to remember next time. Don’t lecture!

    n 13. Use logical consequences. Create consequences with your child for specific rules. They should be related to the rule broken, reasonable, and respectful. Remember, rules and consequences should change as your child grows and develops. However, children of all ages need rules to help provide them with structure for living. It is important that parents communicate rules and consequences clearly to their child ahead of time. Example: If your daughter comes home late in the evening after spending time with a friend, remind her that the consequence is not getting to go out the next evening.

    (More …)

     
  • yudhaarga 5:27 am on March 18, 2008 Permalink | Reply
    Tags: child, effective, , parent, , positive,   

    16 Tools for effective parents (part 1) 

    Being the parent of a child between ages 10 and 14 is no easy task! Parents, as well as the children themselves, must get used to the youth’s rapidly changing bodies, mood swings, growing independence,and challenges to authority. No one trick or technique will work for every parent or with every young person.This fact sheet offers ideas to (a) help build positive relations between parents and youth, and to (b) deal with problems when they arise.

    Build a positive relationship

    1. Listen for feelings. When your child comes to you with a problem or when he or she expresses strong feelings, it helps to say something like, “Sounds like you’re feeling…” It helps him or her to know that you are trying to understand.

    Example: Your son comes home after school and says, “The teacher yelled at me today.” You might say, “Sounds like you were embarrassed.”

    2. Remember preteen and teen development. Your child is going through many changes. Growing independence and challenges to authority are normal. At this age, most youth want to be independent, spend more time with friends, and more time by themselves. Sassing and back talk are normal even though you will probably want to let your child know that it is unacceptable.

    Example: If it bothers you that your child doesn’t want to spend as much time with you, remember that this is normal and healthy. Occasionally, schedule time for you and your child, or the whole family, to have fun together.

    3. Notice good behavior. Make praise specific and frequent. Young people learn better from positive actions (encouragement and extra privileges) than from negative ones (punishment or losing privileges).

    Example: If your child does a good job mowing the lawn, you might say, “The lawn looks really good.You trimmed around the trees and put the mower away. Thanks for doing such a good job.”


    4. Give a reward. Use special privileges and one-on-one time to reward good behavior.

    Example: If your son has argued over chores in the past, but this week follows through and gets everything done, you might let him stay up later on the weekend, have a friend over, or take a trip with you for ice cream or a soda.

    5. Plan time for family fun. Time spent doing fun things together helps build a reserve of good feelings that can help you get through hard times. Let your child help plan family events and outings.

    Example: If you are planning a vacation, let your child order brochures and help decide where to stop and what to see.

    Continue to part 2…

    Source : Kimberly Greder (Iowa state University) from Positive Discipline A-Z: 1,001 Solutions to everyday Parenting Problems by J. Nelsen, L. Lott and H.S. Glenn

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel