Tagged: gifted children Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • yudhaarga 4:33 am on May 3, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , gifted children,   

    GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 7) 

    Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Karena saat ini saya sedang konsern masalah ini. Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Semoga bermanfaat.

    GEJALA ANAK YANG MENGALAMI LONCATAN PERKEMBANGAN

    Karena untuk deteksi balita yang mempunyai potensi gifted belum dapat dilakukan tes IQ, maka Alja de Bruin – de Boer (2003) memberikan beberapa patokan sebagai pegangan untuk melihat gejala-gejala pada balita yang mengalami loncatan perkembangan, bahwa kita bisa melihat dari hal-hal berikut ini :

    • Motoriknya berkembang sangat baik : umumnya pada usia yang masih sangat muda anak-anak ini mempunyai perkembangan motorik yang lebih baik dari anak seusianya. Mereka duduk dan berjalan lebih dahulu dari teman sebayanya, dan masih sangat muda sudah dapat bermain dengan material yang kecil kecil.
    • Penggunaan bahasa yang sangat baik : sebagian anak berbakat mempunyai perkembangan bicara dan bahasa yang sangat cepat, tetapi sebagiannya lagi mengalami keterlambatan bicara namun lambat laun ia akan segera menyusul ketertinggalannya dan segera menggunakan bahasa yang sulit seperti misalnya ‘mesin cuci baju ‘. Mereka memiliki vokabulari yang luas yang hanya sekali saja ditangkapnya dan esoknya sudah bisa menggunakannya dalam konteks yang benar. Penambahan kata-kata kerja juga baginya akan tidak menjadi masalah.
    • Sangat mandiri : para orang tua melaporkan bahwa anak-anak ini sejak masih kecil sekali sudah ingin melakukan segala hal sendiri. Makan sendiri, pakai baju, dan menalikan tali sepatu.
    • Memiliki enerji yang luar biasa dan sangat banyak gerak : anak-anak ini bagai anak yang tak pernah lelah. Sering mereka sangat sedikit membutuhkan waktu atau jam tidur, dan selalu ingin melakukan berbagai hal. Sejak kecil sekali ia sudah membenci pengulangan-pengulangan, karenanya ia seperti tidak mau lagi melihat alat-alat permainannya. Mereka memiliki begitu banyak interes dan selalu bertanya. Bila ia mendapatkan satu jawaban, segera jawaban itu akan berbuntut dengan pertanyaan baru. Sebagian dari anak-anak ini tidak mau segera menerima begitu saja pendapat orang lain, misalnya dia tak ingin mendengarkan jika api itu panas, dan ia ingin mencobanya sendiri benarkah api itu panas. Dia juga ingin sekali tahu bagaimana jika roti diletakkan ke dalam videorecorder sebagi ganti videocasset.
    • (More …)

    Advertisements
     
  • yudhaarga 6:05 am on April 29, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , gifted children,   

    GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 5) 

    Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Karena saat ini saya sedang konsern masalah ini. Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Semoga bermanfaat.

    Part 5

    3. MENGENALI ANAK & BALITA BERBAKAT

    Kelompok kami (para orang tua anak berbakat), mempunyai anak balita dan anak-anak yang lebih besar berbakat (terlebih mereka yang merupakan anak berbakat luar biasa), umumnya mengalami kefrustrasian dan keputus-asaan menghadapi perilaku anaknya, begitu pula gurunya. Ketidak mengertian akan perilaku yang dianggapnya menyimpang dari pola normal menyebabkan para orang tua dan guru berfikir kearah gangguan perilaku dan mental. Karena itu agar tidak terjadi kesalah mengertian terhadap anak-anak ini dibutuhkan pengetahuan yang luas untuk memahami berbagai aspek tumbuh kembang serta personalitasnya, yang tentu saja memerlukan bantuan dari berbagai ahli yang mempunyai perhatian pada anak-anak berbakat secara multidisiplin. Pemahaman ini bukan saja akan memberikan ketrampilan dalam tugas pengasuhan dan pendidikannya secara baik, dalam menghadapi masa balita yang penuh dengan gejolak tumbuh kembang yang berbeda dari anak lain pada umumnya ini, yang betul-betul melelahkan, menguras tenaga dan fikiran, tetapi juga pengetahuan yang luas ini, akan mampu menumbuhkan rasa kesabaran yang luar biasa bagi orang tua. Sering pula dibutuhkan family counceling karena sering terjadi ketidak samaan pendapat dalam memandang faktor kuat dan faktor lemah si anak yang tidak jarang menyebabkan percekcokan rumah tangga dan berakhir pada perceraian. Pengetahuan ini sangatlah penting karena masa balita adalah masa yang sangat rentan dalam tumbuh kembangnya, dan anak-anak ini tentu saja memerlukan lingkungan yang aman agar ia dapat tumbuh dan berkembang secara sehat.

    (More …)

     
  • yudhaarga 10:43 am on April 28, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , gifted children,   

    GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 4) 

    Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Karena saat ini saya sedang konsern masalah ini. Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Semoga bermanfaat.

    Part 4

    PENGERTIAN KEBERBAKATAN

    Renzulli mengidentifikasikan bahwa seorang anak yang dapat dikatakan sebagai anak berbakat jika ia mempunyai:

    1) inteligensia yang tinggi di atas rata-rata ;

    2) kreativitas yang tinggi;

    3) motivasi dan ketahanan kerja yang tinggi

    Namun Mönks menambahkan potensi itu tidak akan terwujud jika tidak ada dukungan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan. Dari kedua ahli ini maka dilengkapilah pengertian apa yang disebut keberbakatan dengan ringkasan yang disebut Triadik Renzulli-Mönks.

    (More …)

     
  • yudhaarga 10:39 am on April 27, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , gifted children,   

    GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 3) 

    Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Karena saat ini saya sedang konsern masalah ini. Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Semoga bermanfaat.

    Part 3

    Sementara itu, autisme yang merupakan long live disabilities di masyarakat luas kini timbul pengertian bahwa ada kelompok autisme yang bisa sembuh atau disembuhkan dengan pengobatan. Dan anak-anak yang keluar dari kriteria autisme dimanfaatkan oleh fihak tertentu sebagai testemonial untuk menunjukkan keberhasilan terapi.

    Sampai kini, melihat sulitnya membedakan antara autisme, autistik PDD, dan non-autistik PDD, terlebih pada anak-anak batita, maka banyak kalangan mengatakan bahwa apapun anak itu kelak jadinya jika anak itu menunjukkan symptom autisme maka sebaiknya diterapi saja sebagaimana autisme, daripada menunggu sampai anak itu berusia di atas tiga, empat atau lima tahun, jika ternyata memang autisme bisa jadi justru hal ini akan menyebabkan keterlambatan. Dengan asumsi bahwa, anak yang memang kelaknya akan keluar dari kriteria autisme dengan diterapi menggunakan metoda terapi autisme, akan keluar juga dari autismenya. Pernyataan spekulatif ini menyebabkan para orang tua justru menjadi panik dan segera mencari terapi yang tidak terarah. Lebih ironis berbagai media justru menyajikan tawaran pengobatan yang memberikan harapan. Sementara itu, berbagai terapi autisme yang populer saat ini masih merupakan terapi yang tidak pernah mempunyai latar belakang penelitian ilmiah yang dapat dipercaya, seperti yang disebutkan oleh Herbet (2002), van der Sijde (2002), Honstra (2003) yaitu : sensory-motor therapy (Auditory Integration Therapy, Sensory Integration), Holding threrapy, Option Therapy, Biomedical Treatment (secretin, Vitamin B dan magnesium, diet bebas gluten dan casein, Dimethylglycin), terapi jamur kandida, Applied Behaviour Analysis (ABA), dan TEACCH. Berbagai terapi ini hanya dilatar belakangi dengan testemonial. Terapinya semakin semarak saat berbagai terapi alternatif tradisional maupun moderen dari dalam maupun dari luar negeri turut meramaikan pasaran seperti : senam otak (Brain Gym),craniosacral therapy, akupuntur, biofeedback, chi-kung, prana, reiki, terapi lumba-lumba, pembaluran dengan protein, garam epsom, dan sebagainya.

    (More …)

     
    • draguscn 1:35 am on September 17, 2008 Permalink | Reply

      Salam kenal ..

      Saya dokter di puskesmas di kabupaten probolinggo, puskesmas kami sedang merencanakan akan membuat klinik tumbuh kembang. Pelayanan tumbuh kembang anak pada balita di kecamatan kami, dan juga pelayanan konsultasi online melalui blog kami

      http://balitakami.wordpress.com

      Mohon masukan, kritik dan saran untuk lebih berkembangnya blog ini sebagai tempat kita mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak kita.

      Terima kasih

      draguscn.

  • yudhaarga 7:05 am on April 26, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , gifted children,   

    GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 2) 

    Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Karena saat ini saya sedang konsern masalah ini. Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Semoga bermanfaat.

    Sebaliknya Stanley I Greenspan (1998 a), yang pernah menjabat sebagai direktur lembaga autisme University of Washington, melaporkan bahwa, dalam observasinya terhadap 200 anak-anak yang mendapat diagnosa gangguan perkembangan autisme (PDD/PDDNOS) sekalipun tidak sejelas seperti apa yang diterangkan oleh Kanner tetapi sudah nampak di usianya yang ke satu, dan ke dua, atau ke tiga, namun di usia setelah itu setiap anak akan berkembang dengan keunikannya masing-masing, bahkan sangat komunikatif (menggunakan kalimat yang kompleks dan adaptif), kreatif, hangat, penuh rasa cinta, dan gembira. Mereka duduk di sekolah-sekolah umum, berprestasi dalam kegiatan belajar, menyenangi persahabatan, dan terutama sangat imajinatif dalam bermain (Greenspan, 1998a). Melihat keadaan ini maka Greenspan lebih cenderung untuk mengusulkan menggunakan terminologi MSDD (Multisystem Development Disorder).

    (More …)

     
  • yudhaarga 6:47 am on April 25, 2008 Permalink | Reply
    Tags: , gifted children,   

    GIFTED atau AUTISME, Bagaimana membedakannya ? (part 1) 

    Tulisan ini merupakan Tulisan Ibu Julia Van Tiel yang saya kutip dari Blognya. Karena saat ini saya sedang konsern masalah ini. Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian. Semoga bermanfaat.

    PENDAHULUAN DAN MASALAH

    Akhir-akhir ini banyak dilaporkan adanya overdiagnosa dan misdiagnosa terhadap anak-anak gifted (anak berbakat atau anak luar biasa) terutama yang saat balitanya mengalami perkembangan tidak sinkron (disinkronitas perkembangan) dan menerima berbagai diagnosa gangguan mental dan perilaku atau disorder (Webb, 2000; van Vugt-van de Moosdijk, 2002) serta menerima overterapi yang tidak jarang merupakan terapi non medik dan radikal. Anak-anak ini beberapa karakteristik dan tumbuh kembangnya yang berbeda dengan anak-anak normal sering disalahmengertikan bukan saja oleh tenaga kesehatan, psikolog, pendidik, orang tua, tetapi juga oleh masyarakat (Webb, 2000). Tidak disangkal pula bahwa pada anak-anak ini bisa saja terjadi adanya komorbiditas masalah giftedness dan gangguan perilaku maupun gangguan perkembangan, atau sebaliknya masalah karakteristik, kebutuhan dan personalitas anak-anak gifted yang tak tertangani dengan baik akan memberikan gambaran masalah seperti halnya anak-anak bergangguan perkembangan dan perilaku, hal inilah yang paling sering menyebabkan kekeliruan diagnosa (van Vugt-van de Moosdijk, 2002).

    (More …)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel