Mungkinkah ia indigo ? 

Belum genap dua tahun, batita Anda sudah lancar bicara dan kadang malah terkesan sok tahu. Anehnya, Anda kerap memergokinya sedang bicara sendiri. Apakah ada yang salah dengan dirinya?
Pernahkah Anda bertanya-tanya tentang perilaku si kecil yang “lain” itu? Kadang-kadang perilaku anak Anda terlihat seperti gejala autisme. Kali lain, ia tampak cepat bosan pada mainannya. Waktu berikutnya, ia mengaku melihat hantu, atau meramalkan masa depan seperti seorang cenayang. Coba amati lagi lebih dekat. Mungkinkah si kecil termasuk anak indigo.

Menurut Lee Carroll dan Jan Tober, penulis buku The Indigo Children: The New Kids Have Arrived, anak indigo adalah anak yang memiliki karakteristik psikologis yang baru dan tidak biasa serta menunjukkan
pola perilaku yang secara umum belum pernah tercatat. Pola perilaku yang unik ini bisa menimbulkan frustasi pada diri si anak. Untuk mencegahnya, anak indigo membutuhkan perhatian khusus dari orang tua dan guru agar ia dapat mencapai keseimbangan dan harmoni.

Anak Indigo vs Anak Spesial Lainnya

Dr. Tb. Erwin Kusuma, Sp. KJ (K) menjelaskan, asal mula seorang anak disebut Indigo adalah, saat seorang anak dalam keadaan sehat, aura yang terpancar dari dirinya berwarna biru keunguan (dalam bahasa Spanyol disebut indigo). Setiap generasi memang memiliki warna dominan yang berbeda, dan anak-anak dengan warna aura indigo adalah hasil evolusi generasi manusia dari warna aura biru menuju ungu. Anak-anak beraura warna indigo ini paling banyak lahir pada tahun 2000-an. Warna aura indigo adalah peralihan dari aura biru ke ungu. Warna aura biru melambangkan rasio atau nalar sedangkan ungu melambangkan spiritualitas. Kombinasi inilah yang menjelaskan mengapa anak indigo memiliki dua atribut utama, yakni kecerdasan dan juga kemampuan spiritual yang tinggi. Jadi apabila Anda melihat balita Anda berdaya tangkap cepat dan memiliki empati yang tinggi terhadap sekelilingnya, coba ajak ke psikolog atau psikiater anak untuk memeriksa lebih jauh apakah si kecil Anda memang indigo. “Anak indigo tidak sama dengan anak dengan ADD/ADHD yang mudah bosan atau tidak bertahan lama dalam mengerjakan sesuatu. Bila anak indigo melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat menyelesaikannya sebelum beralih pada kegiatan lain. Dari luar, kecepatan peralihan ini terlihat mirip ADD/ADHD. Selain itu, anak indigo yang aktif tidak bersifat destruktif seperti anak dengan ADD/ADHD,” kata Dr. Erwin menjelaskan. Masih menurut Dr. Erwin, anak indigo kerap dikira anak autis karena mereka kadang suka berbicara sendiri. Padahal, anak indigo yang dikira sedang berbicara sendiri, bisa jadi sedang berkontemplasi atau berkomunikasi dengan makhluk halus. Perbedaan anak indigo dengan anak autis adalah cara mereka berinteraksi. Tidak seperti anak autis, anak indigo dapat berbicara secara konsisten dan teratur. Anak indigo juga bisa bersosialisasi, hanya saja anak indigo merasa lebih cocok dengan orang yang lebih rasional dan spiritual. Selain autisme dan ADD/ADHD, masyarakat juga sering menyalahartikan anak indigo dengan paranormal atau cenayang. Berdasarkan penjelasan Dr. Erwin, anak indigo memang memiliki kemampuan extra-sensory perception (ESP) yang dapat melihat makhluk halus atau melihat masa lalu atau masa depan, tetapi hal ini hanya satu dari banyak sekali karakter anak indigo. Anak indigo memiliki kecerdasan rasio yang tinggi, sedangkan paranormal atau cenayang belum tentu cerdas.
(More …)

Advertisements