Tagged: motivasi Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • yudhaarga 8:48 am on June 26, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , motivasi, orang tua,   

    Sebel nih, Ibu Cerewet ! ( sebandingkah dengan pemberian kita ? ) 

    Artikel ini saya kutip dari 75 Kisah Getaran Jiwa dari web http://www.rumah-yatim-indonesia.org/. Terima Kasih kepada penulis aslinya atas artikelnya yang bermanfaat.

    Selepas sholat isya, terlihat Parto bergegas menuju rumah kang Udin. Langkahnya terlihat terburu – buru, raut wajahnya masih sedikit terlihat memerah seakan menahan amarah yang ingin ia tumpahkan. Parto, memang sedang kesal sama ibunya, namun kekesalannya mampu ia tahan, sehingga amarahnya hanya terpendam. Namun diam – diam ia pergi ke tempat kang Udin untuk sharing tentang kekesalannya kepada ibunya.

    Bisnis angkudes (angkutan pedesaan) yang ia jalankan sedang lesu, menyusul begitu mudahnya kredit sepeda motor sekarang ini. Banyaknya sepeda motor membuat bisnis angkudesnya semakin hari semakin sepi penumpang. Kelesuan bisnisnya ditambah ibunya yang sudah tua, terlihat cerewet dan bertindak seperti anak kecil. Seperti perilaku anak kecil, ibunya sering minta yang aneh – aneh minta dibelikan ini dan itu. Ini yang membuat Parto kelihatan cemberut dan bermuram durja.

    ”Saya pusing kang…., bisnis angkudes saya semakin hari semakin sepi, karena sepeda motor semakin banyak bertebaran. Belum lagi pusing saya habis, ibu saya cerewet banget dan sering minta yang aneh – aneh minta dibelikan ini itu. Gimana kang ?” tanya Parto kepada kang Udin.

    ”Anda ini, mencari – cari jalan keluar supaya bisnis Anda lancar…namun jalan keluar sudah dikasih … Anda malah ga diambil.” jawaab kang Udin.

    ”Lo …. Anda ga nyambung kang, gini nih… bisnis saya sedang lesu….ibu saya cerewet dan minta ini itu…gitu lo….kan baiknya gini to, ibu saya ini ya…minimal ngedoakan saya…supaya bisa keluar dari masalah ini.” balas Parto.

    Setelah terdiam agak lama, kang Udin mulai berkata :
    ”Logika Anda coba dibalik, penuhi dulu permintaan ibu Anda…terima semua ”kecerewetannya” yang sebenarnya wujud ”kasih sayang” sama Anda. Sampai disini dulu… buang jauh – jauh dulu pikiran bisnis Anda yang lagi seret itu. Tentang sebaiknya ibu Anda berdo’a demi kelancaran bisnis Anda, ga usah diminta, saya yakin ibu Anda sudah mendo’akan ga ngomong aja”

    ”Anda mungkin lupa ya….waktu kita bareng – bareng ngaji ke kyai Ilyas, apa cerita beliau waktu membahas tentang berbakti sama orang tua ?, kalau Anda lupa … sekarang saya ikut mengingatkan, ”Seseorang bertanya, “Ya Rosul, saat ini ibuku meninggal di tempatku, aku mendulangnya dan mewudlukannya serta kugendong diatas bahuku, hal ini apakah termasuk aku membalas jasa kepadanya ? Beliau menjawab : “Belum satu persenpun dari jasa (kebaikan)nya, tetapi engkau sudah termasuk berbakti, dan Allah akan membalasmu dengan pahala yang sangat besar, sekalipun amalmu tidak seberapa kepadanya.”

    ”Jadi, kalau Anda mau nyerahkan seluruh uang hasil bisnis Anda ke ibu, apa sudah bisa membalas jasa kebaikan seorang ibu ? sama sekali tidak, apalagi kalau ibu hanya ”cerewet” dalam bahasa Anda.”

    ”Nah, kalau Anda sudah bisa dengan sungguh – sungguh memahami, menghayati dan dengan ketulusan hati melakukan itu, mudah-mudahan petunjuk Allah akan segera turun tentang penyelesaian bisnis Anda, karena sesungguhnya Anda bisa mengatasi ruwetnya bisnis bukan karena kelihaian, keterampilan, yang Anda miliki, namun semata – mata karena kehendak gusti Allah.”

    Mendengar penuturan kang Udin, perlahan Parto mulai tertunduk dari matanya tak terasa mengalir tetesan air mata. Sejenak ia tidak terfikirkan sama sekali tentang bisnis angkudesnya yang sedang lesu, namun terbayang-bayang dalam relung fikirannya bagaimana ia belum pernah menyenangkan hati seseorang yang dengan susah payah melahirkan dirinya ke dunia ini.

    Sahabatku……Sudahkah kita berbuat sesuatu yang menyenangkan hati seorang ibu, ibu yang berada dekat dengan kita, ibu yang jauh dari kita atau ibu yang telah meninggalkan kita ? mari kita jadikan sedekah kita sebagai wasilah ( sarana ) membuka Pintu ‘Arsy untuk mengemis kasih kepada Yang Maha Pengasih agar ibu kita dikasihi, diselamatkan dan dibahagiakan sebagaimana kasih saying dan pemeliharaan ibu ketika kita masih balita.

    Advertisements
     
  • yudhaarga 11:10 pm on April 10, 2011 Permalink | Reply
    Tags: motivasi   

    Kisah Motivasi : Bocah Pembeli Es Krin 

    Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan indah.

    “Mbak sundae cream harganya berapa?” si bocah bertanya.

    “Lima ribu rupiah,” yang ditanya menjawab.

    Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantongnya. Ia menghitung recehan di tangannya dengan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih “berduit” ngantre di belakang pembeli ingusan itu.

    “Kalau plain cream berapa?”

    Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, “Tiga ribu lima ratus”.

    Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya, ” Kalau begitu saya mau sepiring plain cream saja, Mbak,” kata si bocah sambil memberikan uang sejumlah harga es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan sepiring plain cream.

    Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring kotor yang sudah ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping uang logam limaratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun rapi.
    Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Sang pramusaji tersadar, sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.

    Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi: setiap manusia di dunia ini adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan sopan, bermartabat, dan dengan penuh hormat.

    Sumber : Kumpulan Cerita Motivasi.www.4shared.com. 2011

    Posted with WordPress for BlackBerry.

     
  • yudhaarga 12:39 am on April 7, 2011 Permalink | Reply
    Tags: motivasi   

    Kisah Motivasi : Dua serigala 

    Ada 2 ekor serigala di hutan Rica-rica, serigala B menantang serigala A untuk menangkap seekor kelinci yang sedang makan wortel, tidak jauh dari tempat mereka berdiri,

    “Ayo Serigala A, kamu bisa ngga tangkap kelinci itu?” tanya serigala B,

    “Ah, itu gampang, lihat saja nih!” Jawab serigala A, dan dengan sigap serigala A itupun melompat ke arah kelinci tersebut, dan berlari mengejarnya.

    Sedangkan kelinci yang melihat serigala itu, langsung lari terbirit-birit ketakutan, tanpa pikir panjang wortel yang masih dikunyahnya di lemparkan ke arah serigala tersebut,

    “DUAAAKK!!” begitu suaranya..

    Karena serigala adalah binatang yang kuat, maka wortel kecil yang mengenai kepalanya tidak terasa sama sekali, serigala tersebut tetap mengejar kelinci itu, 1 menit.. 2 menit.. 3 menit… sampai 5 menit.. (More …)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel